Logo Header Antaranews Makassar

Ternyata, tidak terjadi gencatan senjata antara Iran dan Israel

Jumat, 4 Juli 2025 09:10 WIB
Image Print
Foto warga Iran yang menjadi korban terpasang di kediaman Duta Besar Iran saat penandatanganan dukungan terhadap Iran di Jakarta, Kamis (3/7/2025). Penandatanganan itu sebagai dukungan terhadap rakyat Iran yang menjadi korban atas serangan dan kebiadaban yang dilakukan oleh Israel. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan bahwa tidak terjadi gencatan senjata antara Iran dan Zionis Israel.

"Tidak ada gencatan senjata. Yang terjadi adalah karena aksi agresi terhadap Iran berhenti, maka aksi membela diri dari pihak Iran juga berhenti. Tidak ada yang namanya gencatan senjata," kata Dubes Boroujerdi saat kegiatan aksi tanda tangan petisi solidaritas bagi korban serangan Zionis di kediamannya di Jakarta, Kamis.

Dubes mengatakan dalam beberapa pekan terakhir langit Iran kembali dihujani rudal-rudal yang tidak menyerang target militer, melainkan rumah, sekolah dan juga laboratorium.

"Rezim Zionis mengaku bahwa masyarakat sipil bukanlah sasaran mereka. Namun, bukti dan kenyataan di lapangan berbeda. Kaum perempuan dan anak-anak menjadi korban tewas dan ini sangat jauh berbeda dengan apa yang diklaim oleh Zionis," katanya.

Menurut Dubes, agresi brutal rezim penjajah yang secara terang-terangan melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan kedaulatan nasional Iran, telah meninggalkan noda hitam yang tak akan terlupakan dalam sejarah kontemporer.

Pada saat yang sama, lanjut Dubes, serangan langsung dan memalukan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir damai Iran menjadi bukti lain dari keruntuhan moral dan keberanian buta negara-negara yang tanpa ragu meninggalkan jalur diplomasi dan memilih jalan peperangan serta penghancuran.

"Serangan ini tidak hanya merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap resolusi internasional, namun juga bukti nyata keterlibatan aktif Washington dalam proyek pertumpahan darah dan penghancuran yang dijalankan oleh Tel Aviv," katanya.

Dubes kembali menegaskan bahwa Iran akan tetap berdiri teguh dan tangguh dalam menghadapi setiap bentuk agresi dan konspirasi.

"Kami menganggap hak sah kami berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB sebagai perlindungan yang tak tergoyahkan, dan kami tidak akan pernah diam dalam membela darah orang-orang yang tak bersalah," katanya.

Ia menambahkan bahwa sikap diam dan ketidakpedulian lembaga-lembaga internasional dan negara-negara yang mengklaim membela HAM terhadap kejahatan mengerikan ini, tidak hanya memperkuat para penjahat, tetapi juga mendorong dunia ke arah kegelapan dan ketidakstabilan yang belum pernah terjadi sebelumnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026