Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar serahkan santunan ke pengemudi Ojol korban pengeroyokan

Selasa, 2 September 2025 21:52 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris pengemudi ojek online (Ojol) Rusdam Diansyah yang menjadi korban pengeroyokan saat unjuk rasa anarkis di Makassar, Selasa (2/9/2025). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan menyerahkan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp42 juta kepada ahli waris almarhum Rusdam Diansyah alias Dandi, pengemudi ojek online (Ojol) yang menjadi korban pengeroyokan saat unjuk rasa.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham di rumah duka almarhum di Makassar, Selasa, menyampaikan duka citanya dan keprihatinannya atas musibah tersebut.

"Bantuan ini memang tidak seberapa, bukan sebagai pengganti kehilangan, tapi setidaknya bisa membantu meringankan beban keluarga. Alhamdulillah, almarhum peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sehingga santunan ini bisa cair dengan nilai Rp42 juta. Nanti, kami juga akan urus kebutuhan selanjutnya,” ujarnya.

Munafri Arifuddin mengatakan Rusdam Diansyah alias Dandi, pengemudi ojek online (Ojol) menjadi korban pengeroyokan saat unjuk rasa anarkis di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jumat (29/8).

Ia menuturkan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga korban. Meski nilainya tidak sebanding dengan kehilangan nyawa, ia berharap santunan itu dapat sedikit meringankan beban keluarga.

Keluarga almarhum Rusdam pun menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Makassar.

Reza yang juga saudara korban mengaku jika almarhum memiliki sifat rendah hati dan tidak sombong, pekerja keras serta jarang mengeluh. Selain itu, penyayang keluarga juga sebagai tulang punggung keluarga mencari nafkah.

Sebelum kejadian itu, sore harinya almarhum memilih tinggal di rumah tidak mengambil orderan karena situasi di jalan raya telah dipadati pengunjuk rasa. Namun menjelang petang korban pun keluar rumah.

"Kami tidak mengira bila terjadi seperti ini, karena sorenya di rumah, tidak keluar. Jam lima atau sekitar setengah enam baru dia keluar dari rumah. Karena waktu itu saya sementara di tempat kerja juga," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026