
Sekprov Sulsel tegaskan peningkatan PAD 2026 tanpa bebani masyarakat

Makassar (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menegaskan, strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026 disusun secara produktif tanpa menambah beban bagi masyarakat.
“Rencana peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026 disusun tanpa menambah beban bagi masyarakat," ujar Jufri Rahman dalam keterangannya di Makassar, Selasa.
"Pemprov Sulsel melalui Bapenda lebih menitikberatkan pada intensifikasi pendapatan melalui digitalisasi layanan, integrasi data wajib pajak, edukasi publik, dan peningkatan pengawasan, bukan pada kenaikan tarif,” lanjutnya saat mewakili Gubernur Sulsel membacakan jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Nota Keuangan APBD 2026.
Untuk realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulsel pada semester pertama tercatat mencapai Rp4 triliun atau 40 persen dari target Rp9,8 triliun. Pada 2026, Pemprov Sulsel telah menaikkan target pendapatan sebesar Rp10,9 triliun.
Ia mengatakan, pemerintah juga menggali potensi baru melalui optimalisasi aset daerah dan mendorong diversifikasi pendapatan oleh OPD teknis yang memberikan pelayanan berbasis retribusi.
Lebih jauh, dirinya menambahkan bahwa pembangunan sektor pertanian dan perikanan diarahkan pada hilirisasi, efisiensi rantai pasok, serta penggunaan teknologi tepat guna.
Pemerintah juga tengah mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memperkuat daya saing daerah.
Pengembangan EBT dan modernisasi pertanian ini diharapkan menjadi langkah konkret menuju Sulawesi Selatan yang tangguh, hijau, dan berdaya saing.
“Olehnya itu, kami menyambut baik dorongan anggota dewan. Pemerintah Provinsi telah mendorong adopsi teknologi tepat guna pada sektor pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian modern kepada kelompok tani,” ucapnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
