
TNI Diminta Bekerja Maksimal Bangun Pangan Sulbar

"Kami harapkan TNI maksimal bekerja membangun pangan Sulbar dengan memaksimalkan daya upaya serta
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Aparat TNI di Provinsi Sulawesi Barat diminta bekerja maksimal membangun pangan di Provinsi Sulawesi Barat agar dapat mencapai target produksi satu juta ton.
"Kami harapkan TNI maksimal bekerja membangun pangan Sulbar dengan memaksimalkan daya upaya serta keahlian yang dimiliki agar pangan Sulbar tetap kuat dan mengalami peningkatan," kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Advokasi Rakyat Sentosa (Laras), Muhammad Abid Alimuddin Lidda di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, Laras berharap instruksi Kepala Staf TNI Angkatan Darat dijalankan seluruh jajaran TNI di daerah, seperti Kodim Koramil dan Babingsa.
"TNI sangat dibutuhkan negara ini memperkuat ekonomi dan pangannya sehingga perannya sangat penting dimaksimalkan, dan masyarakat menunggu aksi nyata TNI di daerah," katanya.
Menurut dia, di Sulbar merupakan daerah yang potensial mengembangan produksi pangannya karena didukung lahan yang memadai dan peran TNI harus dimaksimalkan mendukung upaya peningkatan Sulbar.
"Polewali Mandar memiliki luas lahan padi mencapai 17 ribu hektare sangat potensial menjadikan tanaman padi sebagai ikon daerahnya dan itu akan menggenjot rencana pemerintah pusat mencapai produksi beras 10 juta ton, dan target produksi beras Provinsi Sulbar sebesar satu juta ton pertahun," katanya.
Pemerintah di Sulbar sebelumnya melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Polman guna membangun pertanian padi untuk mendukung pangan nasional.
Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh mengatakan, Kabupaten Polman merupakan sentra produksi pertanian padi di Sulbar karena di daerah tersebut terdapat 17 ribu hektare tanaman padi dan sekitar 12 ribu hektare diantaranya dialiri irigasi teknis.
"Produksi beras di Sulbar sekitar 364 ribu ton paling banyak disumbang Kabupaten Polman, makanya pemerintah di Sulbar akan melakukan koordinasi agar daerah itu semakin dapat memacu produksi padinya," katanya.
Menurut dia, kendala yang dihadapi Polman dalam membangun pertanian padinya adalah karena sarana irigasi di wilayah itu telah banyak yang mengalami kerusakan sehingga butuh dilakukan perbaikan.
"Sarana irigasi di Polman harus dibangun kembali agar pengairan padi dapat dimaksimalkan sehingga produksi padi di daerah itu semakin meningkat pula," katanya.
Gubernur Sulbar mengatakan Provinsi Sulbar ingin memacu produksi padinya hingga mencapai satu juta ton karena akan memasok peningkatan produksi padi nasional hingga mencapai 10 juta ton per tahun.
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
