Makassar (ANTARA) - Seorang dosen di Universitas Islam Makassar (UIM) terpaksa harus mempertaruhkan karir dan jabatannya baik sebagai pengajar maupun ASN setelah video meludah kepada seorang kasir swalayan viral di media sosial dan menjadi ajang buli.
Amal Said adalah pria yang dimaksud. Pria berkacamata ini mengaku karirnya sebagai ASN selama 33 tahun bisa musnah akibat ludah yang terlontar dari mulutnya dalam sedetik ke arah kasir swalayan.
Sebagai dosen, pria bergelar doktor ini juga telah mengabdi kampus UIM Makassar sekitar 20 tahun, bisa jadi seumuran dengan kasir di swalayan yang diludahi tersebut.
Dari kejadian itu, Amal Said akhirnya diberhentikan dari kampus tersebut karena tindakannya dinilai melanggar kode etik dan mencoreng aturan kepegawaian kampus di Jalan Perintis Kemerdekaan itu.
Amal Said pun mengakui tindakannya tersebut dan mengaku emosi dan khilaf. Ia pun sudah minta maaf.
Insiden ini bermula ketika seorang kasir menegurnya karena dinilai melanggar antrean. Secara spontan ia meludah ke arah kasir tersebut hingga rekaman CCTV beredar luas ke seluruh antero Tanah Air.
Saat itu ia merasa emosi karena ditegur seseorang yang lebih muda. Entah bagaimana bahasa kasir saat itu hingga membuat dosen di fakultas pertanian itu memuncratkan ludahnya pada 24 Desember 2025.
Para warganet pun berkomentar, orang berilmu belum tentu beradab. Bahkan ada yang meminta kasus itu diproses hukum.
Namun di balik itu, ada juga yang mengkritisi agar kasir lebih sopan saat menegur pelanggan sehingga tidak timbul insiden seperti di atas. Standar operasional perusahaan swalayan pun dipertanyakan, terutama saat pelayan mendapati customer melanggar aturan.
Dari kejadian ini, kita semua belajar untuk mengendalikan emosi jika mendapati perlakuan yang mungkin dianggap tidak menyenangkan terutama dari seseorang yang lebih belia.
Sebagai anak muda pun harus menghargai orang tua. Dan sebaliknya, orang tua pun melindungi orang yang lebih muda. Kalau ini dilakukan, dunia terasa damai.
Apabila perkataan kasir tersebut juga ada rekamannya, mungkin kita bisa merasakan emosi Amal Said. Bisa jadi saat itu sang dosen dalam suasana hati yang kurang baik akibat pekerjaan atau masalah lainnya sehingga langsung bereaksi dengan meludah.
Penyesalan selalu datang terlambat. Ludah yang keluar tidak bisa dijilat lagi. Semua akan menjadi pembelajaran dan pengalaman. Sesuai pepatah yang diubah sedikit, "Pengalaman adalah dosen yang paling baik,".
Baca juga: Dosen UIM Makassar ludahi karyawan minimarket dipecat

