Logo Header Antaranews Makassar

13 warga terjebak banjir di kawasan Air Terjun Barayya Sungai Jeneberang

Senin, 5 Januari 2026 13:52 WIB
Image Print
Tim BPBD Makassar bersama sejumlah relawan usai mengevakuasi 13 warga Makassar yang terjebak di Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, Minggu (5/1/2026). ANTARA/HO-BPBD

Makassar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar berhasil mengevakuasi 13 warga Makassar yang terjebak di kawasan air terjun Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa saat cuaca ekstrem melanda wilayah itu.

Kepala BPBD Makassar Muhammad Fadli Tahar di Makassar, Senin, mengatakan, 13 warga itu sedang menikmati libur akhir pekan dengan berwisata di air terjun Sungai Jeneberang, tetapi hujan deras terus mengguyur dan mereka terjebak.

"Mereka terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa dan tidak bisa keluar hingga akhirnya kita evakuasi mereka," ujarnya.

Fadli mengatakan evakuasi berhasil dilakukan pada Minggu (4/1). Cuaca ekstrem memicu kejadian darurat di kawasan wisata alam tersebut.

Di tengah medan terjal, arus sungai yang deras, serta cahaya yang mulai redup, harapan keselamatan hanya bergantung pada satu hal, yakni kecepatan dan keberanian tim penyelamat dari BPBD.

Peristiwa bermula ketika para pendaki bersama komunitasnya melakukan aktivitas wisata alam dengan menjelajahi kawasan Air Terjun Jeneberang. Namun, di tengah perjalanan, hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai.

Air bah datang secara tiba-tiba, menyebabkan debit Sungai Jeneberang meningkat drastis dan memutus jalur penyeberangan yang dilalui rombongan.

Akibatnya, 13 orang dari rombongan tersebut terjebak di lokasi pada Sabtu (3/1), dan tidak mampu melintasi sungai karena arus yang sangat deras dan berbahaya. Para korban terpaksa bertahan di dataran yang lebih tinggi sambil menunggu bantuan.

"Meskipun lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif Kota Makassar, kita tetap bergerak cepat setelah menerima informasi adanya warga Makassar yang terjebak," katanya.

Fadli mengaku tim evakuasi langsung diterjunkan dengan membawa ambulans serta perlengkapan penyelamatan lengkap. Operasi evakuasi berlangsung dalam kondisi yang sangat menantang.

"Satu per satu korban berhasil dijangkau menggunakan teknik evakuasi khusus," tuturnya.

Seluruh korban, terdiri atas lima perempuan dan delapan laki-laki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan operasional BPBD menuju Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan lanjutan.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026