Logo Header Antaranews Makassar

Praktisi Pendidikan Gorontalo Belajar MBS di Bantaeng

Rabu, 29 Juli 2009 23:35 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Praktisi pendidikan dari Kabupaten Buah Lemo, Provinsi Gorontalo tertarik mempelajari sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang diterapkan di Kabupaten Bantaeng.

Para praktisi berjumlah 34 orang, terdiri para Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan unsur Dinas Pendidikan yang dipimpin Dra Hj A Yusfi itu melihat langsung system pendidikan di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, Rabu.

Studi banding selama 2 hari itu dilakukan dengan mengambil sampel empat sekolah dasar (SD) masing-masing SD 20 Tala-tala, SD Inpres Tapanjeng, SD Teladan dan SD 5 Lembang Cina.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantaeng, Drs Basri B mengatakan, rombongan dari provinsi yang dipimpin Fadel Muhammad itu merupakan kali kedua setelah kunjungan yang sama dari Kabupaten Gorontalo, beberapa waktu lalu.

Tim dari Gorontalo tersebut terkesan dengan sistem pendidikan dasar yang dilakukan di Bantaeng. Makanya, mereka ingin melihat langsung dan ingin menerapkan di daerahnya, tambah Hj Yusfi yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Buah Lemo, Gorontalo.

Menurutnya, pihaknya sangat terkesan dengan sistem pendidikan yang dikembangkan di Kabupaten Bantaeng.

"Kami juga bersyukur karena difasilitasi selama berada di Butta Toa. Ini menjadi pengalaman berharga untuk peningkatan pendidikan di Buah Lemo, Gorontalo," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Hj Andi Sinasari, S.pd mengatakan, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) diterapkan di Bantaeng sejak 1999 yang dimulai dari dua gugus (1 gugus 5-6 sekolah) yakni Gugus Panaikang dan Tinotoa.

Kini, semua sekolah di Kabupaten Bantaeng sudah ber MBS. MBS yang diterapkan tersebut juga terbagi dua menjadi binaan Unicef dan Binaan Pemda, tambah Andi Sinasari.

Lembaga milik PBB itu umumnya menerapkan pola MBS di sekolah yang berada di pedesaan, sedang yang berlokasi di kota kini dibina langsung Pemerintah Daerah (Pemda).

Dari penerapan system pendidikan tingkat dasar tersebut, pendidikan di Kabupaten Bantaeng kini masuk enam besar lomba gugus tingkat nasional dan juara I lomba lingkungan hidup tingkat provinsi.

Kini, sejumlah sekolah di daerah yang dipimpin Nurdin Abdullah masuk dalam penilaian lomba sekolah sehat tingkat nasional, sedang SD 5 Lembang Cina dipersiapkan menjadi sekolah bertaraf internasional.

Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantaeng itu berharap, perintisan menjadi sekolah dasar bertaraf internasional tersebut dapat terwujud untuk membuktikan, bahwa wilayah selatan Sulsel juga memiliki sekolah bertaraf internasional itu.

(T.PSO-099/F003)