Makassar (ANTARA) - Sekretaris Perusahaan SPJM Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar mengatakan,
Subholding PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) kini mencanangkan ekspansi bisnis pada 2026 pasca mencapai laba bersih 2025 yang naik sebesar 50,80 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Laba bersih tersebut naik dari capaian 2024 yakni 123,79 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025," kata Tubagus Patrick di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, hingga Desember 2025 kinerja unaudited menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pendapatan usaha SPJM yang tercatat Rp8.743, 41 miliar yang naik 20,29 persen secara year on year (yoy).
Menurut dia, capaian itu sejalan dengan laba usaha SPJM yang juga mengalami kenaikan 26, 56 persen secara tabunan dan melampaui target RKAP 2025 sebesar 46,36 persen atau Rp249,28 miliar dengan laba bersih sebesar Rp497,31 miliar.
Pencapaian tahun 2025 ini tercatat luar biasa karena SPJM masih mampu terus menunjukkan performa cemerlang dengan pelampauan target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun.
"Kepercayaan pelanggan yang tercermin dari peningkatan trafik dan cakupan layanan serta inovasi perbaikan layanan untuk keunggulan operasional merupakan faktor kunci pencapaian kinerja Tahun 2025 ini,” ujar Tubagus Patrick.
Performa keuangan yang meningkat sejalan dengan kinerja operasional pelayanan SPJM yang juga menunjukkan trend positif.
Kinerja Operasional layanan pemanduan, penundaan, docking, pengelolaan alur, distribusi BBM dan gas, layanan listrik, waste management, layanan oil spill response (OSR), dan equipment terealisasi mencapai lebih dari target RKAP.
Secara Grup, Layanan Pemanduan SPJM meningkat 106,47 persen secara YoY sebanyak 3.547.282.627 gerakan, melebihi RKAP 110,80 persen. Sementata layanan penundaan mencapai 5.363.069.712 GT Jam, atau 114,88 persen terhadap RKAP 2025 dan mencapai 107,68 persen YoY. Layanan Docking terealisasi sebanyak 53 Unit, 155,88 persen dari RKAP 2025 yaitu 34 unit dan naik 108,16 persen YoY.
Di lini pengerukan, terjadi peningkatan 293, 91 persen secara tahunan yaitu realisasi sebesar 1.949.002 M3.
Pengelolaan Alur mencapai 27.963.542 Ton, naik 102,42 persen YoY dan mencapai 117,58 persen dari RKAP. Dari lini port services atau layanan Pelabuhan, distribusi BBM mencapai 67.660 KL, naik 108,85 persen YoY. Sedangkan distribusi gas naik 109,69 persen YoY dengan realisasi 15.326.239 MMBTU, 186,62 persen dari RKAP 2025.
Penyediaan air bersih pada tahun 2025 mencapai 2.935.281 Ton, naik 112,06 persen YoY. Penyediaan Listrik naik 104,37 persen YoY, dan mencapai 110,68 persen terhadap RKAP 2025, sebesar 215.091.855 KwH. Layanan Waste Management 100 persen mencapai RKAP, dengan realisasi 240.700 Kg.
Layanan OSR melebihi RKAP 135,36 persen dengan angka 15.619.268 ton, atau naik 130,93 persen secara YoY.
Untuk lini Bisnis equipment atau peralatan SPJM juga menunjukkan kinerja yang positif. Availability atau ketersediaan alat mencapai 90,22 persen, atau melebihi target RKAP dengan realisasi sebesar 106,14 persen. Mean Time To Repair (MTTR) realisasinya melebihi RKAP sebesar 124,56 persen dengan realisasi 4,01 jam, naik 387,37 persen secara YoY. Sedangkan Mean Time Between Failure (MTBF), naik 121,09 persen secara YoY dengan realisasi 452,42 persen terhadap RKAP 2025 di angka 135,73 jam.
“Kinerja 2025 ini akan menjadi landasan untuk rencana program ekspansi bisnis ditahun 2026. Kami akan terus menjaga stabilitas bisnis, peningkatan coverage wilayah, optimalisasi standarisasi, dan mengedepankan inisiasi strategic partnership dengan mitra potensial untuk penguatan pangsa pasar dan cakupan layanan SPJM Grup," ujar Tubagus Patrick.

