
Pentingnya pemilahan sampah sejak hulu di Makassar

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar mendorong adanya pemilahan sampah sejak dari hulu untuk semua wilayah di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda saat meninjau kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa di Makassar, Selasa, mengatakan kunjungan itu untuk melihat secara langsung kondisi terkini pengelolaan sampah, termasuk sistem penanganan dan pemanfaatan.
"Jadi tadi kita ke TPA Tamangapa itu meninjau bagaimana kondisi saat ini. Mulai pengolahan sampah dan lain-lain," ujarnya.
Ia mengatakan kondisi TPA masih memungkinkan menjadi kawasan pengelolaan persampahan di Kota Makassar sehingga perlu kolaborasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
"Ada beberapa upaya kita soal persampahan ini. Misalnya lewat TPS3R. Nah, di TPA, sampah yang betul-betul sudah tidak bisa diolah," katanya.
Camat Manggala Andi Eldi Indra Malka menjelaskan sejauh ini proses pembuangan sampah ke TPA masih berjalan dan terus dilakukan penanganan sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup serta kementerian terkait.
“Alhamdulillah, untuk pembuangan sampah sejauh ini masih berjalan. Penanganan juga terus dilakukan, salah satunya dengan menutup sampah menggunakan tanah sesuai arahan dari Dinas Lingkungan Hidup dan kementerian,” ujarnya.
Ia menyebutkan salah satu fokus utama dalam pengelolaan TPA yakni kolam lindi untuk penampungan air hasil rembesan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
“Kolam lindi ini sangat penting. Air sampah harus ditampung dan diolah di dalam area TPA. Kalau sampai keluar ke sungai, tentu berbahaya bagi lingkungan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau area TPA Bintang Lima serta kolam lindi yang sudah tersedia.
Ia menilai kondisi TPA saat ini cukup baik karena telah dilakukan penanganan awal, seperti penimbunan sampah dengan tanah hingga sebagian area mulai ditumbuhi rumput.
“Penanganan awal sudah terlihat. Sampah-sampah lama ditimbun dengan tanah, bahkan sudah ada area yang mulai hijau. Ini menjadi catatan positif, apalagi saat kunjungan kementerian kemarin juga mendapat penilaian yang baik,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui, masih ada kendala pada akses jalan menuju TPA, khususnya saat musim hujan. Jalan yang licin dan rusak menyulitkan kendaraan pengangkut sampah ke area pembuangan.
“Akses jalan memang masih menjadi perhatian. Kalau hujan deras, kendaraan cukup kesulitan. Alhamdulillah, Dinas PU sudah turun dan dijadwalkan melakukan perbaikan jalan mulai Maret ini,” ujarnya.
Pemkot Makassar juga telah melakukan pembebasan lahan seluas sekitar 2 hingga 3 hektare pada akhir 2025 sebagai bagian dari rencana pengembangan TPA ke depan.
“Pembebasan lahan sudah dilakukan. Ke depan, jika masih diperlukan perluasan dan ada lahan yang dijual, insyaallah pemkot siap mengambil kembali demi kepentingan pengelolaan sampah,” ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
