
Pemkot Makassar dan Kemenlu kembangkan pariwisata maritim

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar berkolaborasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dalam penguatan sektor pariwisata dan kemaritiman sebagai dua potensi unggulan di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan ini.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melalui keterangannya diterima di Makassar, Rabu, mengatakan pertemuannya dengan Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta menjadi langkah awal Pemkot Makassar untuk kolaborasi jejaring diplomasi Kemenlu dalam mempromosikan potensi wisata dan kekuatan maritim Makassar ke panggung internasional.
"Melalui skema promosi dan pameran luar negeri yang difasilitasi Kemenlu, Kota Makassar berpeluang tampil sebagai kota pesisir strategis yang memiliki wisata, sunset daya saing bisa kita promosikan di luar negeri," ujarnya.
Munafri menuturkan, menyambut baik peluang kolaborasi strategis untuk mendorong akselerasi pembangunan daerah ke level global.
Ia pun menyambut baik peluang kolaborasi tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menindaklanjutinya dalam bentuk kegiatan konkret.
Sebagai langkah strategis, rencana sebuah agenda bertaraf internasional bertajuk "Diplomat Day in Makassar" akan menjadi ruang temu antara pemerintah daerah dan perwakilan diplomatik berbagai negara.
Kegiatan itu sendiri direncanakan berlangsung pada Mei atau Juni 2026, dengan konsep memperkenalkan secara langsung potensi unggulan Kota Makassar, khususnya di sektor pariwisata dan kemaritiman.
"Melalui Diplomat Day in Makassar, para diplomat asing diharapkan dapat melihat, merasakan, dan memahami posisi strategis Makassar sebagai gerbang maritim Indonesia Timur, sekaligus destinasi wisata bahari yang memiliki daya tarik," tuturnya.
Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Makassar, Andi Zulfitra Dianta, mengungkapkan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri menilai posisi strategis Kota Makassar sangat potensial untuk berkembang sebagai pusat bisnis dan pariwisata internasional, terutama di kawasan Indonesia timur.
"Wamenlu melihat Makassar memiliki letak geografis yang sangat strategis, baik sebagai gerbang kawasan timur Indonesia maupun sebagai simpul pertumbuhan ekonomi dan pariwisata internasional," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kementerian Luar Negeri saat ini tengah menginisiasi pengembangan kawasan ekonomi dan wisata di wilayah timur Indonesia sebagai alternatif destinasi selain Bali.
Dalam skema tersebut, Kota Makassar, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi wilayah prioritas yang akan dipromosikan secara intensif ke pasar global.
"Fokus Kemenlu pengembangan ini diarahkan untuk menjangkau pasar negara-negara Timur Tengah yang dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi investasi maupun kunjungan wisata," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
