
Tingkatkan kompetensi, Pemkot Makassar programkan guru ke luar negeri

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan memprogramkan guru di daerah itu ke luar negeri untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik dalam memajukan sistem pendidikan di kota tersebut.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Senin, mengatakan, program guru ke luar negeri akan dilakukan bertahap dan terukur yang dimulai pada 2026.
"Pada 2026 ini, kita akan kirim guru-guru dan kepala sekolah terbaik ke luar negeri. Ini dibiayai Pemkot Makassar. Batch pertama sekitar 20 sampai 30 orang. Ada dua negara yang sudah memberikan tawaran, Singapura dan India," ujarnya.
Selain peningkatan kualitas guru, Wali Kota menegaskan bahwa infrastruktur pendidikan juga harus terus dimaksimalkan.
Namun, menurut Munafri, peningkatan mutu pendidik tetap menjadi fokus utama yang harus berjalan paralel.
Ia juga berharap dukungan berkelanjutan dari Balai Besar Guru, termasuk dalam memberikan analisis dan evaluasi terhadap progres kegiatan peningkatan kapasitas guru yang dilakukan.
"Yang paling penting adalah kualitas guru. Infrastruktur memang penting, tapi peningkatan kualitas guru harus menjadi perhatian utama kita," katanya.
Munafri Arifuddin juga menekankan kondisi pendidikan di Kota Makassar yang memiliki jumlah sekolah dan guru cukup banyak, namun belum sepenuhnya mampu menampilkan figur pendidik unggulan secara merata.
Karena sekolah dan guru terlalu banyak, kadang tidak kelihatan yang benar-benar unggul. Padahal logikanya sederhana, guru itu pendidik, harusnya punya tingkat intelegensia di atas rata-rata dan bisa menjadi problem solver di mana pun ditempatkan.
Ia menargetkan, ke depan tidak ada lagi perbedaan kualitas antar sekolah akibat perbedaan level guru.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi dan kerja sama yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
"Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Butuh kolaborasi yang kuat agar proses ini berjalan. Suatu saat orang-orang akan datang ke Makassar untuk belajar bagaimana menjadi guru terbaik," ujarnya optimistis.
Ia menegaskan bahwa profesi guru harus ditempatkan sebagai profesi utama dan terhormat, bukan sekadar pilihan terakhir.
"Melalui proyek lab school ini, kita ingin menghadirkan guru-guru yang benar-benar berkualitas," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor:
Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
