
Pemkot Makassar targetkan PAD 2026 tembus Rp2,7 triliun

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar tahun anggaran 2026 harus bisa tembus di angka Rp2,7 triliun.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat membuka rapat koordinasi (Rakor) PAD di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan, rakor tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial semata, melainkan harus mampu melahirkan capaian nyata yang dapat direalisasikan.
"Acara ini jangan dijadikan hanya sebuah seremonial. Tapi ini harus kita raih, kita harus mampu untuk merealisasikan," ujarnya.
Munafri Arifuddin menekankan kegiatan rakor merupakan sebuah komitmen bersama yang memiliki konsekuensi moral dan tanggung jawab besar bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar.
"Ini adalah janji kita, artinya ini akad. Kalau akad yang tidak diselesaikan, konsekuensinya dosa. Jadi, saya berharap ini menjadi akad untuk kita semua, untuk kita memaksimalkan apa yang menjadi harapan dan apa yang menjadi tujuan kita hadir di tempat ini," katanya.
Baca juga: Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Makassar perkuat sinergi dengan mubaligh
Menurut Appi - sapaan akrab Munafri, akan terasa sangat naif apabila para peserta hanya datang mengikuti kegiatan, menghabiskan anggaran, namun tidak mampu memetik hasil maksimal dari diskusi dan materi yang disampaikan oleh para narasumber.
Dia menilai, Rakor PAD itu menyimpan banyak potensi dan pelajaran penting yang harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan maupun terobosan nyata di masing-masing perangkat daerah.
Appi juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), untuk lebih berani menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam menggali potensi pendapatan daerah.
"Kita harus mampu punya inovasi-inovasi yang bisa meningkatkan berbagai macam potensi yang bisa digali dari tempat masing-masing," tegasnya.
Baca juga: Tingkatkan kompetensi, Pemkot Makassar programkan guru ke luar negeri
Ia meyakini, dengan kerja yang maksimal dan terukur, potensi PAD Kota Makassar sangat besar dan tidak akan berada di bawah angka Rp2,7 triliun.
"Potensi pendapatan yang ada di Kota Makassar tidak akan di bawah 2,7 triliun. Sehingga ini menjadi sesuatu yang harus kita kejar, sesuatu yang harus kita dapatkan," ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan pentingnya penerapan pendekatan digitalisasi dalam sistem pengelolaan dan optimalisasi pendapatan daerah.
"Dengan berbagai macam cara yang harus kita lakukan, salah satunya melalui pendekatan yang namanya pendekatan digitalisasi," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor:
Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
