Logo Header Antaranews Makassar

Permintaan maaf ANTARA terkait kesalahan berita

Rabu, 18 Maret 2026 05:45 WIB
Image Print
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar (tengah) menyapa peserta mudik gratis bersama ANTARA di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (15/3/2026). ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya/foc.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Kantor Berita ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan seluruh masyarakat Indonesia, serta stakeholders informasi lainnya terkait kesalahan berita berjudul "Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran" yang disiarkan ANTARA pada Selasa (17/3), pukul 17.27 WIB karena tidak sesuai dengan kaidah dan prinsip jurnalistik yang berlaku.

Benny menjelaskan, setelah melakukan investigasi internal secara menyeluruh, manajemen menemukan bahwa pewarta dan editor dalam proses penulisan serta penyiaran beritanya tidak sesuai dengan konteks dan pengutipannya. Termasuk ketidaksesuaian dengan fakta yang terjadi di lapangan dan tidak akurat dalam menuliskan data-datanya, serta SOP (Standart Operation Procedure) dalam verifikasi berita, sehingga mengarah pada "misleading information".

"Dengan demikian, fakta dari berita tersebut sesungguhnya tidak ada, mengingat Mensesneg menjawab pertanyaan jurnalis mengenai isu pengiriman prajurit TNI ke Gaza dalam keterlibatan Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Namun, berita yang tersiar sama sekali tidak terkait dengan konteks wawancara tersebut," kata Benny di Jakarta, Selasa malam.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ANTARA sampaikan permohonan maaf terkait kesalahan berita berjudul "Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran"



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026