Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar Libatkan Ormas Berantas Penjahat Bermotor

Rabu, 25 Februari 2015 16:39 WIB
Image Print
"Guna menjaga stabilitas keamanan bersama Ormas seperti Merpati, Benteng Komando...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar melibatkan sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) untuk memberantas penjahat bermotor yang selama ini meresahkan warga kota.

"Guna menjaga stabilitas keamanan bersama Ormas seperti Merpati, Benteng Komando dan lainnya dilibatkan untuk memberantas ulah penjahat bermotor ini," kata Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Rabu.

Menurutnya langkah untuk memberantas para penjahat bermotor ini diyakni efektif karena langsung bersentuhan dengan masyarakat yang selama ini resah akibat ulah mereka.

"Selain bekerja sama dengan kepolisian kami juga melibatkan lurah, camat serta ormas," ujar Danny Pomanto disapa akrab usai pelepasan Beras Miskin di gudang Bulog di Makassar.

Ia menyatakan langkah tegas dilakukan pemerintah dalam memerangi tindakan kriminalitas di kota Makassar. Namun menurut dia angka kriminalitas berdasarkan data Polrestabes Makassar menurun.

"Dinas Pendidikan juga diberi instruksi untuk diperintahkan semua siswa yang masuk ke sekolah tas mereka harus geledah jangan sampai membawa senjata tajam dan obat terlarang termasuk lem," katanya.

Dirinya bersama Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, malam tadi juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan aksi yang diduga tempat aksi para penjahat bermotor.

Tidak hanya itu sejumlah warung di sepanjang jalan Nusantara yang ditenggarai menjual Minuman Keras (miras) disita aparat. Bahkan warung yang diduga mengecer Miras di sejumlah tempat di tutup aparat.

"Tadi malam saat pantauan ditemukan banyak miras berdasarkan laporan anggota saat melakukan Sidak. Kami tidak akan membiarkan makassar ini menjadi tidak aman seperti marak di jejaring sosial,"" sebutnya.

Danny juga mengeluarkan sejumlah langkah untuk menjaga agar makassar tetap aman yakni Dinas Kesehatan merazia seluruh apotik yang diduga menjual obat penenang tanpa resep kepada remaja, bila tidak mematuhi apotik akan ditutup.

Untuk Dinas Pendidikan, seluruh guru - guru di kota Makassar harus melakukan pemeriksaan dan pengeledahan tas kepada seluruh siswa sebelum masuk kelas jangan sampai membawa senjata tajam, dan obat telarang.

Dinas perhubungan diharapkan memasang CCTV di daerah rawan dan selalu di pantau 1X24 karena kejadian bisanya terjadi di wilayyah selatan kota.

Sementara untuk Bagian Kesejahteraan Bagian (kesra) Pemkot Makassar, membuat surat edaran kepada seluruh alim ulama, mubalig agar ikut mengkampanyekan keamanan kota Makassar, sekaligus orang tua memberikan pengawas anak remaja merekaa.

Dinas Tata ruang dan Bangunan diwajibkan mengunakan CCT pada bangunan baru agar tidak terjadi vandalisme. Dinas PU berkoordinasi bersama seluruh camat terkait titik rawan di wilayah kecamatan. Untuk daerah rawan kriminal, secepatnya dipasangi lampu jalan.

"Sedangkan dinas perindustrian dan perdagangan mesti mengawasi penjualan lem fox dan tidak mebeiatkan usia dibawah 17 tahun membeli bebas yang selama ini dihirup sampai mabuk sebelum menjalankan aksi mereka," tegasnya. Biqwanto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026