
Mantan Wali Kota Makassar meninggal dunia

"Almarhum meninggal dunia karena sakit paru-paru yang sudah meradang dan mengerogoti tubuhnya...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Mantan Wali Kota Makassar periode 1999-2004 Amiruddin Maula meninggal dunia di rumah Jalan Pengayoman, Kompleks Perumahan Bougenville, Makassar pukul 10.15 Wita.
"Almarhum meninggal dunia karena sakit paru-paru yang sudah meradang dan mengerogoti tubuhnya," tutur kerabat Amiruddin, Agar Jaya di Makassar, Selasa.
Anak pertama almarhum Muh Amir mengatakan ayahnya mengalami sakit komplikasi paru-paru sejak 2013 dan sempat dirawat di rumah sakit Singapura.
"Dokter pernah bilang fungsi paru-paru bapak sisa 30 persen yang berfungsi," ujarnya dengan wajah sedih.
Ia menyebutkan, ayahnya setelah keluar, masuk lagi rumah sakit dan terakhir dirawat di Rumah Sakit Grestelina Makassar pada awal Februari 2015.
"Sebelum meninggal, almarhum meminta maaf kepada seluruh anggota keluarga dan berpesan agar semua tetap bersama-sama dan menjaga silaturahim," ucapnya dengan mata terlihat berkaca-kaca.
Amiruddin Maulau lahir 12 Juli 1952, meninggalkan seorang istri dan empat anak.
Jasad almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Pengayoman dan rencananya akan dimakamkan di samping pusara adik kandungnya di Kabupaten Gowa.
Sejak Selasa pagi sejumlah kerabat, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah Kota Makassar, wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, dan sejumlah politisi mendatangi rumah duka hingga malam ini.
Sementara, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny meminta izin meninggalkan lokasi pelaksanaan Orientasi Kepemimpinan Daerah (OKPD) di Jakarta setelah menerima kabar duka dari Makassar.
Kepulangan orang nomor satu Makassar itu untuk memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum yang berjasa mengembalikan nama Makassar dari Ujungpandang.
"Almarhum meninggalkan begitu banyak kebaikan, khususnya di Kota Makassar. Termasuk, dalam memperjuangkan kembali nama Makassar yang dulunya Ujungpandang. Sudah sepatutnya, warga Makassar memberi penghargaan terakhir kepada beliau," ujarnya saat saat dihubungi.
Ia mengatakan Amiruddin Maula adalah sosok pautan yang sederhana, tegas dan mudah bergaul.
"Makassar baru saja kehilangan sosok panutan yang sederhana, punya visi serta berkarakter," kata Danny.
Mantan konsultan penataan kota Makassar ini sebelum menjalani orientasi pernah membesuk almarhum saat dirawat di RS Gerestelina dengan kondisi baik namun tubuh terlihat kurus.
"Waktu itu, sehari menjelang pelantikan kabinet Makassar, kami sengaja membesuk beliau di rumah sakit. Waktu itu kondisi almarhum masih cukup baik dan sempat memberikan nasehat kepada saya," tambahnya.
Dirinya berpesan kepada keluarga yang ditinggalkan agar bersabar dan ikhlas menerima kehendak Allah SWT sehingga amalannya diterima disisi-nya.
"Semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," katanya.
Pewarta : Darwin Faitr
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
