Logo Header Antaranews Makassar

Direktur Politeknik ATI Makassar tekankan pentingnya kemitraan PT dengan industri

Kamis, 9 Juli 2026 15:20 WIB
Image Print
Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri (tiga kanan) saat membuka Workshop Praktek Kerja Industri di Kampus Politeknik ATI Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2026). ANTARA/HO-Politeknik ATI Makassar

Makassar (ANTARA) - Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri menekankan kemitraan perguruan tinggi dengan industri merupakan elemen penting dalam menciptakan lulusan vokasi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Hal tersebut diungkapkan Muhammad Basri saat membuka Workshop Praktek Kerja Industri (Prakerin) bertajuk "Penguatan Implementasi Praktek Kerja Industri untuk Mendukung Kesiapan Kerja dan Kompetensi Lulusan Vokasi Industri" di Kampus Politeknik ATI Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/7).

Kegitan ini sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Praktek Kerja Industri turut didampingi oleh Senior Project Officer SS4C, Asri Kasim dan dihadiri ejumlah mitra industri Politeknik ATI Makassar antara lain PT IKI, PT IMIP, PT Makassar Tene, PT Astra Agro Lestari, PT Semen Tonasa, PT Perkasa Agung Sejati, dan PY Bahasa Security Sistem.

Menurut dia, prakerin yang berkualitas tidak hanya memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah bagi industri untuk berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja.

Muhammad Basri juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah memberikan dukungan kepada dunia usaha melalui kebijakan super tax deduction, yaitu insentif fiskal bagi perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan vokasi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mitra industri untuk mendukung pengembangan pendidikan vokasi, termasuk melalui penyelenggaraan Prakerin, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa.

"Kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan industri harus terus diperkuat agar tercipta ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Pembantu Direktur I Bidang Akademik, Atikah Tri Budi Utami mengatakan prakerin bukan hanya sekadar mahasiswa hadir di industri, namun menjadi mata kuliah yang harus membuktikan capaian outcome yang membutuhkan peran ketiga pihak, yaitu kampus, mitra industri, serta mahasiswa.

Melalui workshop ini, Politeknik ATI Makassar berharap terjalin kesamaan persepsi antara kampus dan mitra industri mengenai pelaksanaan Praktek Kerja Industri, sehingga program yang dijalankan mampu memberikan manfaat optimal bagi mahasiswa maupun dunia usaha dan industri.(*/Inf)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026