
UMI Makassar buka Prodi S3 Teknik Sipil

Makassar (ANTARA) - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 9 Sultanbatara Dr Andi Lukman menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kemendiktisaintek tentang pembukaan Program Studi S3 Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Andi Lukman di Makassar, Sulsel, Sabtu, mengatakan pemberian SK Prodi S3 Teknik Sipil UMI Makassar sebagai bukti atas sumber daya manusia Kampus UMI sudah teruji dan berdaya saing.
"Untuk membuka Program S3 itu minimal memiliki dua profesor. UMI telah menyiapkan sumber daya yang besar sehingga memang layak membuka Program Doktor," ujarnya
Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada UMI.
“Kami tidak sekadar membuka Program Doktor Teknik Sipil, tetapi menyiapkan insinyur, peneliti dan pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan solusi bagi pembangunan Indonesia melalui ilmu pengetahuan, riset dan inovasi,” ujarnya.
Menurut dia, terbitnya izin tersebut merupakan amanah yang akan dijawab dengan penyelenggaraan pendidikan doktor yang berkualitas, budaya riset yang kuat, serta kolaborasi yang semakin luas dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, asosiasi profesi dan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
“Pembangunan masa depan membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur yang kokoh. Kita memerlukan sumber daya manusia yang mampu merancang, membangun dan merawatnya dengan ilmu, integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat," katanya.
"Itulah komitmen yang ingin diwujudkan melalui Program Doktor Teknik Sipil UMI,” lanjut Hambali.
UMI berharap program ini menjadi pusat pengembangan riset yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari infrastruktur transportasi, sumber daya air, konstruksi berkelanjutan, mitigasi bencana, hingga pengembangan kota dan wilayah yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
