
BPJS Kesehatan kolaborasi MUI perluas program JKN

Makassar (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk saling berkolaborasi memperluas cakupan dan keaktifan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), mengingat peran ulama sangat penting saat berceramah mengingatkan masyarakat atas perlindungan Kesehatan.
"Bagi kami, mengajak kolaborasi MUI dan khususnya dai-daiyah agar bisa membantu mensyiarkan mengenai JKN, mengenai kepesertaan, mengenai hal-hal yang selama ini mungkin di masyarakat masih tidak klir (belum jelas)," ujar Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto di Makassar, Rabu.
Kegiatan bertajuk Tasbih JKN kelima tersebut diselenggarakan di Hyatt Place Makassar, kata dia, menghadirkan Pengurus MUI Sulsel, termasuk para ulama, dai dan daiyah yang diharapkan membantu BPJS Kesehatan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya JKN, dan kepesertaan BPJS Kesehatan aktif.
"Ini terus kita tingkatkan di seluruh wilayah yang membutuhkan pemahaman lebih lanjut mengenai program JKN, daerah terluar, juga daerah 3T, daerah-daerah yang pinggiran barangkali masih kurang memahami program JKN," ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan program Tasbih JKN kolaborasi sinergi bersama MUI melalui ulama beserta dai-daiyahnya dibekali pengetahuan agar menyampaikan ceramahnya pada setiap kesempatan, termasuk di hari Jumat bahwa terdaftar di BPJS Kesehatan penting karena sifatnya gotong royong.
"Kalau di Islam itu ada Shalat Jumat setiap pekan. Mungkin dengan di situ, kami bersama-sama membangun sinergi dengan MUI dan berbagai pihak agar ada pemahaman terkait kesehatan di sela ceramahnya," kata dia pula.
Dalam sambutannya Akmal menyebutkan, BPJS Kesehatan mengeluarkan uang setiap bulan sekitar Rp16 triliun untuk membayar biaya kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) seperti rumah sakit. Sedangkan, pemasukan iuran masuk hanya sekitar Rp14 triliun. Artinya, ada defisit Rp2 triliun.
Tercatat, ada kurang lebih 3.000 FKTL yang bekerja sama BPJS Kesehatan serta 20 ribuan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik dan lainnya. Dari data, jumlah kunjungan ke faskes per harinya, kata dia, sekitar 2 juta orang.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong masyarakat mendaftar diri dan mengaktifkan kepesertaannya serta rajin membayarkan iuran. Sebab, program JKN hadir sifatnya gotong royong, saling membantu satu sama lain, sehat membantu yang sakit.

Ia mencontohkan, seseorang menderita sakit gagal ginjal, proses penanganannya seperti cuci darah sekitar Rp700 ribu-Rp3 juta sekali. Seminggu dua sampai empat kali, dikalikan Rp700 ribu, sekitar Rp4,2 jutaan biaya dikeluarkan. Tapi, jika terdaftar meski kelas III, iuran Rp35 ribu, itu tanpa biaya.
"JKN hadir untuk kebersamaan, untuk jaminan kesehatan. Kepesertaannya sekitar 98 persen penduduk Indonesia, namun kendalanya iuran. Banyak yang sakit baru mengurus, di situ masalahnya. Padahal, Kepesertaan BPJS Kesehatan aktif memiliki banyak manfaaat dan kemudahan layanan," ujarnya pula.
Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis pada kesempatan itu mengemukakan, Tasbih JKN ini diikuti 100 orang perwakilan ulama, dai dan daiyah dan tokoh agama se-Sulsel. Agar objektif, diberikan bekal keilmuan, ada training of Trainer (ToT) memahami tentang BPJS Kesehatan serta hubungannya dengan keagamaan.
"Kita laksanakan ini di seluruh Indonesia, kita mengambil simpul-simpul di kabupaten kota. Ini ada 100 peserta, dengan kekuatan 100 bisa menyebarkan kepada seribu dan sampai sepuluh ribu, modelnya berantai. Ini Angkatan pertama di Sulsel," kata Ketua Dewan Pengawas Syariah BPJS Kesehatan ini.
Kolaborasi MUI sebagai mitra pemerintah dalam hal ini BPJS Kesehatan mendorong masyarakat terdaftar dan aktif. Kedua, program ini ada Ta'awun sifat tolong menolong dan Takaful, saling melindungi. Dana iuran masyarakat dikelola untuk membantu masyarakat lain, selain dana dari APBN.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Evy Mustikawati Arifin menambahkan, kepesertaan JKN aktfif tidak hanya kewajiban administratif, tetapi bagian dari ibadah sosial saling tolong-menolong. Pihaknya siap mendukung setiap upaya dilakukan BPJS Kesehatan agar masyarakat terjamin kesehatannya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPJS Kesehatan kolaborasi MUI perluas program JKN lewat ceramah
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
