
Waspada kebakaran di Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menjalani aktivitas sehari-hari berkaitan dengan potensi kebakaran di musim kemarau panjang.
Dia mengajak warga untuk memperkuat kepedulian dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi dampak musim kemarau.
"Mari kita lebih hati-hati dalam beraktivitas di musim kemarau ini, seperti memastikan api kompor, puntung rokok, hingga instalasi listrik tidak menjadi pemicu kebakaran," kata dia melalui keterangannya di Makassar, Kamis.
Munafri juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, terutama menghadapi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang saat ini.
"Lebih baik kita mencegah daripada mengobati. Di musim kemarau seperti sekarang, api bisa dengan cepat menjalar. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga rumah dan lingkungan kita," ujarnya
Selain antisipasi dari warga, Munafri juga menegaskan Pemerintah Kota Makassar terus memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi saat musim kemarau.
Untuk itu, Munafri meminta jajaran kecamatan dan kelurahan untuk terus merespons laporan warga terkait wilayah yang membutuhkan distribusi air bersih.
Munafri juga meminta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat, termasuk dengan mendorong pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi warga.
Sebelumnya, hal ini juga disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan warga RW 001, Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, yang digelar sebagai semarak memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Pak Camat dan Pak Lurah harus terus menerima dan merespons laporan masyarakat. Pemerintah Kota Makassar melalui seluruh perangkat terkait, baik PDAM, Dinas PU maupun BPBD, terus berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat," kata dia.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
