Logo Header Antaranews Makassar

Rural ICT Camp di Maros hadapi perubahan iklim

Sabtu, 12 September 2026 07:02 WIB
Image Print
Panitia pelaksana Rural ICT Camp yakni Common Room besama pihak Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros di Maros, Jumat (11/09/2026). ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Common Room Networks Foundation bersama Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros menggelar Rural ICT Camp 2026 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada 14–18 September untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim melalui pemanfaatan teknologi.

Manajer Media dan Kerja Sama Common Room Networks Foundation Tisha Amelia di Maros, Jumat, mengatakan kegiatan tersebut untuk memperkuat pemanfaatan teknologi dan konektivitas dalam menghadapi dampak perubahan iklim, terutama di wilayah perdesaan dan pesisir.

"Perkembangan teknologi dan konektivitas perlu berjalan beriringan dengan upaya masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya di wilayah perdesaan, pesisir, dan daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur komunikasi," ujar Tisha.

Rural ICT Camp merupakan kegiatan tahunan yang berfokus pada pelatihan pengembangan infrastruktur internet dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di wilayah perdesaan dan daerah terpencil.

Untuk Rural ICT Camp 2026 menempatkan perubahan iklim dan ketahanan masyarakat sebagai salah satu fokus utama.

Tisha mengatakan kegiatan tersebut melanjutkan pembelajaran dari program Community-based Innovation Lab for Climate Resilience (Co_LABS) yang dikembangkan sejak 2024.

Program Co_LABS memanfaatkan sensor lingkungan, Internet untuk Segala (IoT), serta pengumpulan data berbasis warga untuk meningkatkan kemampuan masyarakat memahami perubahan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Pengalaman pelaksanaan Co_LABS di Maros, termasuk pemanfaatan teknologi untuk memantau lingkungan pesisir dan mendukung mata pencaharian masyarakat, menjadi salah satu dasar pembelajaran dalam Rural ICT Camp 2026.

Kegiatan bertema "Internet Komunitas yang Bermakna untuk Ketahanan Iklim dan Kemandirian Warga" tersebut mempertemukan sekitar 150 peserta dari komunitas, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, pelaku UMKM, praktisi teknologi, dan mitra pembangunan dari Indonesia serta Filipina.

"Kami mendorong internet komunitas menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan iklim dan kemandirian warga, bukan sekadar memperluas akses terhadap jaringan internet," kata Tisha.

Menurut dia, internet komunitas dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memantau kondisi lingkungan, mendukung kesiapsiagaan bencana, mengelola sumber daya, serta mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.

Kepala Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros Indra Jaya Asaad mengatakan Rural ICT Camp 2026 sejalan dengan tujuan lembaganya dalam membangun kemandirian masyarakat berdasarkan potensi yang dimiliki.

Menurut Indra, teknologi, pendidikan, diversifikasi ekonomi, dan adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan bagian yang saling berkaitan dalam memperkuat kapasitas masyarakat.

"Teknologi harus digunakan untuk memperkuat kemampuan masyarakat, bukan justru membuat masyarakat semakin bergantung," katanya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026