Logo Header Antaranews Makassar

PDIP Sulsel tinggalkan legislator PPP di pilkada

Minggu, 21 Juni 2015 19:58 WIB
Image Print
"Untuk Kabupaten Gowa belum ada yang ditetapkan karena masih menunggu keputusan hasil sidang gugatan ...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulawesi Selatan, memastikan tidak akan mengusung Amir Uskara yang juga legislator Partai Persatuan Pembangunan itu pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Gowa.

"Untuk Kabupaten Gowa belum ada yang ditetapkan karena masih menunggu keputusan hasil sidang gugatan mengenai pasal dinasti," ujar Sekretaris DPD PDIP Sulsel Rudy Piter Goni di Makassar, Minggu.

Dia mengatakan, tidak dipilihnya Amir Uskara karena hingga saat ini kisruh internal yang terjadi di internal PPP masih belum selesai dan inilah yang menjadi pertimbangannya.

Belum lagi Ketua DPW PPP kubu Djan Faridz, Taufiq Zainuddin juga menegaskan tidak akan mengusung Amir Uskara karena dianggap berada pada kubu Romahurmuziy.

Pertimbangan lainnya kenapa DPD PDIP Sulsel tidak memberikan rekomendasi kepada anggota DPR-RI ini karena Amir Uskara telah menetapkan pasangannya.

"Amir Uskara juga sudah memiliki pasangan jadi kami terpaksa meninggalkan. PDIP mau mengusung dengan syarat harus menggandeng kader. Itu perintah langsung Dewan Pimpinan Pusat (DPP)," terangnya.

Dia menyebutkan bahwa khusus di Pilkada Gowa pihaknya masih menunggu keputusan final Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan pasal politik dinasti.

Kalau saja gugatan pasal dinasti tersebut diterima, lanjut dia, maka besar kemungkinan PDIP mengusung Tenri Olle Yasin Limpo atau Adnan Puritcha Ichsan Yasin Limpo.

Sebaliknya, jika gugatan dimaksud ditolak maka PDIP akan mengusung legislator Gerindra, Darmawangsyah Muin dengan syarat harus mampu menaikkan surveinya.

"Kami sudah mengerucutkan tiga nama yakni Tenri Olle, Adnan Puritcha, dan Darmawangsyah Muin. Semuanya juga masih harus meningkatkan surveinya," sebutnya.

Adapun Ketua Bappilu PDIP Sulsel Muhammad Iqbal Arifin yang sebelumnya telah disiapkan untuk posisi calon wakil bupati di Pilkada Gowa ternyata tidak mendapat izin dari DPP. Alasannya, jika Iqbal gagal maka secara keseluruhan PDIP Sulsel juga kalah.

"Posisi Ketua Bappilu itu sama halnya ikonnya partai. Bagaimana kalau Iqbal kalah, otomatis berefek negatif terhadap partai. Makanya dalam rapat pleno perintah DPP tidak mengizinkan," ujarnya.

Lebih jauh, Rudi menguraikan, khusus kandidat dari tiga daerah yakni Barru, Soppeng, dan Toraja Utara masih akan dipanggil ke DPP untuk wawancara.

Mereka adalah Lutfi Halide dan Andi Kaswadi Razak untuk Pilkada Soppeng, Andi Anwar Aksa Pilkada Barru, dan Frederik Batti Sorring dan Kalatiku Paembonan di Pilkada Toraja Utara.

Sementara calon kepala daerah untuk tujuh daerah lainnya PDIP sudah merampungkan. Antara lain Pilkada Maros PDIP mengusung Nurhasan, Bulukumba Askar, Selayar Saeful Arief, Pangkep Syamsuddin A Hamid.

Kemudian di Tana Toraja, PDIP meninggalkan Theofilus Allorerung yang merupakan petahana dan mengusung John Tonglo. Di Luwu Utara mengusung Indah Putri Indriani, serta di Luwu Timur menjagokan Sarce Bandaso yang merupakan anggota DPRD Sulsel.

"Dari 11 Pilkada di Sulsel tahun ini, delapan merupakan kewenangan kami di DPD, sementara tiga daerah lain ditetapkan di DPP. Ketiga daerah itu yakni Soppeng, Barru, dan Toraja Utara. Bakal calon dari ketiga daerah itu akan dipanggil ke DPP pada Senin pekan depan untuk menjalani wawancara," ujarnya.

Khusus untuk pasangan masing-masing calon, sambung anggota DPRD Sulsel itu, pihaknya memberikan waktu sepekan untuk segera mengusulkan namanya.

"Syaratkan ke kami kalau memang belum punya pasangan. Pastinya pasangan juga harus menjanjikan kemenangan. Misalnya kalau bukan kader, yah tokoh di daerah setempat dengan memiliki popularitas bagus. Ataukah dia birokrat," paparnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026