
Sulsel krisis atlet hadapi Pra-PON 2015

"Kami memang tidak memiliki banyak atlet yang siap untuk mengikuti pra-PON. Adapun atlet...
Makassar (ANTARA Sulsel)- Tim dayung Sulawesi Selatan mengakui mengalami krisis atlet menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2015.
Pelatih Dayung Sulsel Baso Akbar di Makassar, Jumat, mengatakan pihaknya saat ini hanya memiliki sekitar enam atlet untuk pedayung kayak dan kano yang bisa diturunkan dan bersaing di babak kualifikasi.
Sementara untuk nomor rowing juga tidak memiliki pilihan banyak dan tetap berharap pada sosok Arief yanng sebelumnya sukses menyumbangkan medali emas dan perunggu pada ajang SEA Games 2015 di Singapura.
"Kami memang tidak memiliki banyak atlet yang siap untuk mengikuti pra-PON. Adapun atlet yang kita andalkan tetap muka lama seperti Dedi Irianto, Syahrul Saputra, Ilham, Teguh Septian, Wahyudi Tarra hingga Anwar Tarra," katanya.
Akibat kondisi atlet yang minim tersebut, Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulsel juga terancam batal mengikuti pra-PON untuk cabang perahu naga yang memang membutuhkan banyak peserta.
Sementara terkait kemungkinan mengambil beberapa atlet yang berasal dari Pusat pendidikan dan Latihan pelajar (PPLP) Dayung Sulsel, pihaknya juga mengaku masih sulit karena atlet dari binaan PPLP memang relatif masih baru.
Sebaliknya untuk tampil di pra-PON dan bersaing dengan para pedayung senior dari daerah lain, kata dia, tentu dibutuhkan atlet yang memang cukup berpengalaman dan senior di Tim Sulsel. Kondisi itu pun yang membuat dirinya pesimistis dapat mengikuti pra-PON cabang perahu naga pada tahun 2015.
"Kami juga tidak ingin hanya mengikuti pra-PON meski tahu peluang kita lebih berat. Apalagi untuk mengikuti pra-PON juga memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga harus kita hitung-hitung," jelasnya.
Persiapan Sulsel menuju pra-PON 2015 juga semakin sulit karena Ketua Pengprov PODSI Sulsel, Adil Patu, tidak lagi aktif setelah ditahan Kejati Sulsel terkait kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemprov Sulsel.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PODSI, Young Mardinal, sebelumnya mengaku tetap memantau proses hukum Ketua Umum Pengprov PODSI Sulsel tersebut
Menurut dia, jika Ketua Pengprov PODSI Adil Patu tidak dapat aktif secara permanen maka sesuai AD/ART organisasi bisa segera disiapkan penggantinya.
"Jika memang tidak dapat aktif secara permanen maka pengurus PODSI Sulsel bisa mengambil antisipasi untuk mencari pengganti. Kami tentu berharap proses pembinaan atlet Sulsel tetap dapat berjalan maksimal," katanya.
Sesuai AD/ART organisasi, ada dua hal yang bisa dilakukan jika ketua tidak bisa menjalankan tugasnya secara maksimal. Pertama, kata dia, yakni menggelar rapat pleno untuk menunjuk salah satu wakil ketua untuk menjabat PLT Ketua PODSI Sulsel.
Sementara yang kedua yakni dengan menggelar musyawara daerah luar biasa. Tujuannya tentu saja memilih calon untuk menahkodai organisasi hingga periode berakhir.
"Dua cara itu bisa saja dilakukan sebagai antisipasi terganggunya proses pembinaan atlet di Sulsel. Kami juga menyerahkan keputusan itu pada pengurus PODSI Sulsel," ujarnya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
