Logo Header Antaranews Makassar

Dua tim Jatim lolos final O2SN SMK

Kamis, 6 Agustus 2015 22:30 WIB
Image Print
"Untuk tim putra Jatim mengalahkan Sumatera Utara. Sedangkan tim voli putri Jatim meraih kemenangan atas tim Jambi di babak semifinali," katanya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tim putra dan putri Jawa Timur berpeluang mengawinkan gelar setelah keduanya lolos kebabak final Olimpiade Olahraga Siswa Nasional cabang bola voli tingkat SMK di Makassar, Sulawesi Selatan.

Panitia Pelaksana O2SN Voli Hamka Sanusi di Makassar, Kamis, mengatakan tim putra dan putri Jatim dipastikan lolos ke final setelah mengalahkan lawan-lawannya di babak semi final yang digelar di GOR Bosowa Makassar hari ini.

"Untuk tim putra Jatim mengalahkan Sumatera Utara. Sedangkan tim voli putri Jatim meraih kemenangan atas tim Jambi di babak semifinali," katanya.

Selanjutnya, kata dia, tim putra Jatim akan menghadapi Banten di babak final. Adapun tim putri Jatim akan menghadapi tim kuat lainnya yakni Jawa Tengah.

"Untuk pertandingan finalnya kita laksanakan besok. Kami berharap seluruh tim bisa mempersiapkan diri secara maksimal agar kualitas final bisa berlangsung lebih meriah," katanya.

Sementara untuk tuan rumah Sulsel harus pasrah tidak satupun yang sukses menembus babak final O2SN baik tingkat SMP dan SMK.

Sekretaris Umum PBVSI Sulsel itu mengakui jika kualitas atlet belum bisa bersaing dengan tim lain khususnya dari Pulau Jawa. Hasil ini tentu mengecewakan dan perlu dilakukan evaluasi

Mengenai kegagalan tim Sulsel di O2SN, dirinya menilai hal itu juga dikarenakan kualitas pelatih yang tidak mendukung. Apalagi pelatih yang menangani Sulsel bukan dari Pengprov PBVSI namun langsung ditunjuk oleh Diknas Sulsel.

Seharusnya, kata dia, Diknas bisa berkoordinasi lebih baik dengan Pengprov PBSI Sulsel khususnya dalam menyiapkan pelatih yang lebih memiliki kapabilitas. Hal itu dinilai akan lebih maksimal dalam meningkatkan kemampuan atlet.

"Ini yang juga kita kritisi mengapa tidak menjalin komunikasi dengan Pengprov dan langsung menunjuk pelatih sendiri. Jika pelatihnya diambil dari kalangan guru tentu kita nilai kurang menjanjikan," katanya.

Pernyataan itu juga dikarenakan beberapa tim yang tampil di O2SN ini justru tetap menggunakan pelatih nasional untuk mendampingi atlet. Kehadiran pelatih berkualitas tentu akan mempengaruhi kekuatan tim dalam menghadapi setiap pertandingan.

"Kami tentu berharap kedepan, pengprov bukan hanya dilibatkan dalam masalah pelaksanaan pertandingan namun juga persiapan tim. Kita juga sulit karena hanya juara grup yang bisa melaju ke babak delapan besar," ujarnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026