
Penyelenggaraan TIF 2015 minim anggaran

"Dalam aturan untuk dana even kegiatan pariwisata dan budaya sudah diatur...
Toraja Utara, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Penyelengaraan Toraja Internasional Festival (TIF) 2015 ke III di Ketekesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan 13-16 Agustus dianggap minim anggaran.
"Dalam aturan untuk dana even kegiatan pariwisata dan budaya sudah diatur, untuk penyelengaraan tahun pertama anggaran turun 50 persen tahun kedua 30 persen dan tahun ketiga 20 persen," kata staf ahli kemaritiman Kementerian Pariwisata Syamsul Lussa di Toraja, Jumat.
Dalam keterangannya kepada wartawan sebelum pembukaan TIF di tanah Ketekesu, Syamsul mengatakan diinya tidak mengetahui persis berapa anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan even internasional tersebut.
"Saya tidak tahu persis berapa anggarannya, itu bagian teknis promosi yang mengurusi. Yang jelas untuk tahun ke-4 TIF nanti anggaran nol, atau tidak lagi di bantu dan semuanya dikembalikan ke daerah untuk pengelolaan even pariwisata seperti TIF," sebutnya.
Namun menurut dia, sejak pelaksanaan even pariwisata dan budaya di Toraja dan Toraja Utara sejak tiga tahun terakhir peningkatan jumlah wisatawan meningkat signifikan.
"Sejak diefektifkan toraja sebagai daerah destinasi wisata dan penyelenggaraan even-even baik skala nasional maupun internasional peningkatan wisatawan meningkat drastis," paparnya.
Ia menyebut Kementerian Pariwisata di tahun ini akan lebih fokus pada promosi dan pemasaran, sebagai bentuk pengembangan pariwisata di Indonesia.
"Saat ini kami lebih fokus pengangggaran untuk promosi dengan program Bas atau Branding 50 persen, Advertasing 30 persen dan Selling 20 persen, dan untuk even-even diserahkan di deaerah yang mengelolanya, kementerian hanya dukung dari sisi promosi," tambahnya.
Sementara Kepala Bidang Promosi Kementerian Pariwisata Putu Gayatri mengakui pelaksanaan TIF 2015 minim anggaran. Hal itu terkait adanya pergantian kabinet dan nomenkelatur anggaran.
"Sebelumnya kami tidak tahu tanggal berapa pelaksanaan TIF tahun ini yang diusulkkan Pemda setempat, nanti setelah lelang anggaran baru diselenggarakan, kira-kira dua minggu yang lalu baru di tetapkan," katanya.
Diketahui anggaran awal pelaksanaan TIF 2015 Rp1,4 miliar kemudian di lakukan perubahan-perubahan hingga turun mencapai Rp400 juta lebih.
"Anggarannya sekitar Rp400 juta-an, sebab awal lelang anggaran pelaksanaan even ini sekitar Rp800 juta-an dipotong pajak dan lainnya hingga turun segitu," sebutnya.
Mengenai apakah pihak Kementerian Pariwisata tidak melibatkan Dinas Pariwisata Provinsi Sulsel, kata dia, sudah mengundang dan melibatkan, hanya saja pihak dinas tidak merespon serius even tersebut.
Tetapi selama pelaksanaan even pariwisata yang didukung Kementerian Pariwisata animo wisatawan sangat besar sehingga ada kenaikan kunjungan termasuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar dengan hadirnya kegiatan tersebut.
Bupati Tanah Toraja Frederik Batti Sorring pada kesempatan itu menegaskan, untuk TIF 2016 pihaknya akan tetap menyelenggarakan even internasioanl tersebut, kendati anggaran pelaksaan akan dipikirkan nanti.
"Tentunya even ini akan tetap kita lanjutkan karena sudah menjadi kegiatan tahunan. Dengan hadirnya TIF dan even pariwisata di Tiraja jumlah wisatawan baik domestik maupun manca negara meningkat signifikan," katanya.
Fredrik mengharapkan dengan kegiatan pariwisata di Toraja dan Toraja Utara akan menambah nama toraja di makata dunia sehingga akan semakin banyak wisatawan yang mengunjugi toraja dengan kebudayaan, adat dan situs-situs sejarahnya.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
