Logo Header Antaranews Makassar

Dinsos-BNPB buka posko pasca kebakaran Cakalang

Jumat, 23 Oktober 2015 14:20 WIB
Image Print
Garis polisi terpasang di salah satu rumah yang diduga sebagai sumber api di jalan cakalang VII, kelurahan Totaka, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Jumat (23/10). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Saat ini masih dilakukan assesmen tim reksi cepat Dinsos Sulsel...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinsos Kota Makassar dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana membuka posko kemanusiaan dan dapur umum pasca kebakaran di jalan Cakalang, Kelurahan Totaka, Kecamatan Ujungtanah, Makassar.

"Saat ini masih dilakukan assesmen tim reksi cepat Dinsos Sulsel bagi korban kebakaran. Rencananya sebentar akan dibangun tenda dan dapur umum," ujar tim asessemen Dinsos Sulsel, Ahyar dilokasi, Jumat.

Menurut dia tim dari BNPB Kota Makassar maupun Tagana sudah melakukan pemetaan lokasi pembangunan posko termasuk dapur umum bagi korban guna pemulihan akibat bencana.

"Posko tersebut dibuat khusus bagi korban kebakaran yang rumahnya mengalami kerusakan parah, bantuan logistik akan disalurkan secepatnya. Posko dibuka selama tiga hari paling cepat dan satu minggu paling lama," katanya.

Sementara Lurah Totoka Syarifuddin yang berada di lokasi kebakaran mengatakan berdasarkan data yang masuk jumlah rumah terbakar sebanyak 67 unit berlokasi di tiga titik jalan Cakalang 5, 7 dan 167 dengan korban 106 jiwa dengan 91 Kepala Keluarga.

Ia menyebutkan musibah kejadian itu sekitar pukul 05.15 WITA. Api diduga berasal dari salah satu rumah warga bernama Patahuddin, Cakalang 7 dengan tiga indikasi penyebab yakni arus pendek, tabung gas meledak dan obat nyamuk.

"Ada beberapa warga bilang ledakan gas saat istrinya memasak subuh tadi, lainnya mengatakan ada arus pendek, selebihnya akibat obat nyamuk. Sekarang pemilik rumah diperiksa di kantor polisi bersama saksi-saksinya," paparnya.

Untuk kerusakan parah kata dia, di jalan Cakalang 7 rumah hangus terbakar selebihnya pada jalan Cakalang 167 tidak terlalu parah. Kerugian material, lanjutnya mencapai lebih dari Rp900 juta.

Berdasarkan pantauan rumah Patahuddin yang diduga sumber api dipasang garis polisi, sementara korban yang rumahnya terbakar mengumpulkan sisa barang berharga untuk bisa selamatkan.

Beberapa korban berharap ada bantuan dari pemerintah setempat untuk rehabilitasi bangunan yang terbakar.

"Kami berharap ada bantuan dari pemerintah minimal material untuk pembangunan atap rumah dan lainnya," harap Muhsin salah satu korban.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026