Logo Header Antaranews Makassar

SRMI Pertanyakan Program Kesehatan Gratis

Kamis, 20 Agustus 2009 11:52 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Puluhan orang yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Makassar berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis, mempertanyakan program kesehatan gratis bagi warga miskin.

Puluhan massa yang mayoritas kaum perempuan ini mempertanyakan pogram Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) untuk warga miskin.

"Keberanian Pemerintah Provinsi Sulsel memprogramkan kesehatan gratis Jamkesda adalah langkah maju, tapi yang ingin kami dengar bukan janji gratis melainkan tindakan langsung terutama bagi rakyat miskin," kata koordinator aksi Firdaus.

Dalam orasinya, ia menyatakan pihak rumah sakit selalu menolak, bahkan tidak melayani keluarga miskin. Berbagai macam alasan disampaikan untuk berkelit, seperti kelengkapan administrasi, tidak ada kamar kosong sampai tidak ada obat.

"Beberapa kasus kesehatan kami temukan menimpa warga jalan Tinumbu, seperti yang dialami Sampara (50), yang meninggal karena persoalan obat-obatan, lebih parah lagi ada bayi, St Aisah meninggal akibat terlambat mendapat pertolongan pertama karena pihak rumah sakit mementingkan kelengkapan administrasi," katanya.

Menurut dia, rendahnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk Jamkesda ini berdampak kepada pihak rumah sakit dengan bebas mempersulit pasien dari kalangan miskin.

Dia menjelaskan tidak sedikit keluarga miskin yang terpaksa menanggung sisa pembayaran di rumah sakit karena pihak rumah sakit selalu memberi alasan bahwa anggaran Jamkesda belum turun.

Massa SMRI juga meminta kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel untuk mempertemuan seluruh kepala rumah sakit se-Kota Makassar dan memperhatikan transparansi anggaran kesehatan gratis di setiap rumah sakit.

Anggota Fraksi Partai Golkar Lakama Wijaya yang menemui pengunjuk rasa di halaman kantor DPRD Sulsel berjanji mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RPD) dengan seluruh kepala dinas kesehatan dan kepala rumah sakit di Makassar terkait dengan masalah kesehatan gratis.

"Pertemuan ini akan dilakukan secepatnya, adapun waktu dan tempat akan diinformasikan kembali," katanya.

(T.PSO-101/N002)