
Keamanan perbatasan ditingkatkan jelang pilkada dan Natal

"Kabupaten Bantaeng tidak sedang menggelar Pilkada pada tahun ini...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Polres Bantaeng bersama Kodim 1410/BTG meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember serta Perayaan Natal dan Tahun Baru 2016.
"Kabupaten Bantaeng tidak sedang menggelar Pilkada pada tahun ini, tetapi tetangga kita Bulukumba itu menggelar Pilkada bersama 10 kabupaten lainnya," ujar Kapolres Bantaeng Kurniawan Affandi SIK yang dikonfirmasi, Sabtu.
Dia mengatakan, peningkatan pengamanan di wilayah perbatasan itu juga didukung penuh oleh aparat TNI dalam hal ini Kodim 1410/BTG dengan menerjungkan Sub Detasemen POM.
Razia yang dilaksanakannya itu dinilai Kapolres cukup efektif karena dikhawatirkan ada oknum yang mengaku-mengaku dari TNI dan membuat kegaduhan, makanya pelibatan TNI sangat membantu.
"Pasti ini sangat membantu dan kami sudah lama bersinergi dengan teman-teman di TNI. Semoga sinergi ini terus berjalan dan keamanan bisa terjaga," katanya.
Adapun hasil dari pelaksanan kegiatan tersebut yakni mengamankan empat senjata tajam (Sajam) dengan empat orang tersangka. Dua diantaranya diduga akan melakukan melakukan perkelahian dengan barang bukti samurai tajam dan parang.
Keempat pemuda yang membawa senjata tajam itu kemudian diamankan di Polres Bantaeng untuk menjalani proses lanjutan. Bukan cuma itu, anggota juga terpaksa memberikan tindakan langsung (Tilang) kepada pengemudi roda empat dan roda dua karena melanggar aturan berlalu lintas.
"Jadi dalam razia sajam, bahan peledak dan senjata api itu ada warga yang ditemukan membawa parang panjang dan pedang samurai serta badik. Pelaku yang membawa kita proses sesuai ketentuan yang berlaku serta menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana yang dilakukan," katanya.
Kurniawan mengaku jika peningkatan keamanan itu akan terus dilaksanakan hingga Tahun Baru 2016. Sedangkan untuk pengamanan Pilkada, pihaknya juga siap membantu daerah tetangga jika memang dibutuhkan.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
