Logo Header Antaranews Makassar

Gula Rafinasi Beredar Bebas di Mamuju

Minggu, 23 Agustus 2009 16:42 WIB
Image Print

Mamuju(ANTARA Sulsel) - Gula rafinasi atau gula industri yang dilarang pemerintah untuk diedarkan di pasar tradisional bebas beredar di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Berdasarkan hasil pantauan Antara di sejumlah pasar tradisional di Mamuju, Minggu, gula infor yang diperuntukkan untuk industri tersebut ternyata banyak ditemukan telah diperjualbelikan oleh pedagang kepada konsumen rumah tangga yang ada di wilayah itu.

Gula yang dapat mengancam kesehatan masyarakat tersebut diduga kuat didistribusikan kepada sejumlah pedagang tanpa melalui pengawasan dari bea cukai setempat.

Maka tidak heran, jika kehadiran gula rafinasi tersebut kini mulai meresahkan warga karena tidak dapat mengidentifikasi antara gula asli yang layak di konsumsi dan gula yang dilarang oleh pemerintah tersebut.

Salah seorang ibu rumah tangga warga Kasiwa, Indrayani (28 thn) mengaku, tidak mengetahui jenis gula yang selama ini dikonsumsinya ternyata tidak layak untuk dikonsumsi.

"Saya tidak tahu membedakan yang mana gula yang layak dikonsumsi dan yang mana tidak layak dikonsumsi karena selama ini instansi terkait tidak pernah memberikan sosilailisasi menyangkut hal tersebut," katanya.

Ironisnya lagi, pedagang gula di sejumlah pasar tradisional yang menjual gula rafinasi tersebut juga tidak mengetahui adanya larangan untuk menjual gula infor tersebut.

"Saya tak tahu menahu apakah gula yang saya jual termasuk gula yang dilarang oleh pemerintah," kata salah seorang pedagang di Mamuju, Wahida (55 thn).

Sebelumnya, aparat kepolisian setempat sudah menggelar razia di sejumlah pasar tradisional yang ada di wilayah itu dan bahkan aparat kepolisian telah berhasil menyita sejumlah gula rafinasi tersebut.

Kapolres Mamuju, AKBP Adries Hermanto yang dihubungi via Hp membenarkan adanya razia gula rafinasi yang beredar di sejumlah pasar tradisional di wilayah itu.

Namun, ia menolak memberikan keterangan terkait hasil sitaan yang dilakukan aparatnya di sejumlah pasar tradisonal tersebut.

"Kami tidak tahu berapa jumlah gula rafinasi yang telah disita oleh anggota," kata Adrias.

(T.PSO-104/J006)