
Komisi IX DPR tinjau Asrama Haji Sudiang

"Kita ada beberapa agenda di sini salah satunya memantau langsung kondisi di asrama haji ini," ujar Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf di Makassar, Jumat.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sejumlah Anggota DPR RI dari Komisi IX melakukan peninjauan ke Asrama Haji Sudiang Makassar untuk memastikan kenyamanan jamaah calon haji (JCH) selama pemondokan.
"Kita ada beberapa agenda di sini salah satunya memantau langsung kondisi di asrama haji ini," ujar Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, kunjungan itu salah satunya untuk melihat langsung kondisi dan fasilitas yang dimiliki Asrama Haji Sudiang. Sejumlah tempat di asrama haji dipantau diantaranya Poliklinik, ruang aula, dapur asrama, ruang makan dan ruang tidur.
Dari pemantauannya itu, tim mengakui jika semua fasilitas yang dimiliki asrama haji itu sudah cukup baik dan layak untuk ditempati melakukan semua kegiatan sebelum pemberangkatan haji.
"Kunjungan ini kita lakukan untuk memantau dan melihat kondisi serta fasilitas yang dimiliki asrama haji, kita mau asrama haji sudiang semakin baik dalam memberikan pelayanan ke para jamaah," katanya.
Sementara itu, anggota Komisi IX lainnya, Aliyah Mustika Ilham menambahkan, asrama haji Sudiang ini adalah salah satu yang terbaik di Indonesia, namun meskipun demikian kualitas dari asrama itu harus dipertahankan.
Sedangkan untuk segala kekurangannya atau peningkatan layanannya, pihaknya akan segera bertemu dengan pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan untuk membahas beberapa peningkatannya.
"Secara umum kita pantau itu sudah cukup Bagus dan layak, namun adapun peningkatan layanannya itu akan kita sampaikan ke Kanwil Agama Sulsel untuk menjadi perhatian," jelasnya.
Setelah melakukan kunjungan di asrama haji selanjutnya rombongan komisi IX DPR RI menggelar pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Kakanwil Kemenag Sulsel dan Direktur Rumah Sakit Haji di Kantor Dinas Kesehatan Sulsel.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
