Logo Header Antaranews Makassar

KONI Sulbar "Mati Suri"

Senin, 7 September 2009 07:51 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - KONI Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) saat ini dinilai "Mati Suri", karena sekretariat induk organisasi olahraga tersebut nyaris tak memiliki aktifitas mempersiapkan atletnya menuju PON 2012 di Riau.

Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar, Dr. Abraham Razak, di Mamuju, Senin, menilai, KONI seharusnya sudah mempersiapkan berbagai agenda dalam rangka mempersiapkan atlet Sulbar menghadapi PON di Riau.

Tetapi kenyataannya, sekretariat KONI Sulbar sebagai sentral pembinaan organisasi keolahragaan hingga kini tidak berjalan.

Sehingga kata dia, matinya organisasi induk olahraga KONI Sulbar, akan berimplikasi terhadap proses pembinaan yang dilaksanakan oleh pengurus provinsi (pengprov) pada setiap cabang olahraga juga tidak akan berjalan normal.

"Bagaimana mungkin program pembinaan prestasi oleh pengprov cabang olahraga akan berjalan baik, sedangkan roda induk organisasi KONI saja hanya jalan di tempat," kritik Abraham.

Untungnya, kata dia, pihak Disporpar Sulbar sudah memiliki sentral pembinaan di PPLP yang diharapkan dapat memacu prestasi atlet yang ada di daerah itu.

"Program di PPLP sudah berjalan maksimal dan bahkan telah berhasil mencetak atlet berprestasi. Namun disayangkan, keberhasilan atlet di PPLP tidak dibarengi dengan majunya induk organisasi olahraga KONI," ujarnya.

Ia menambahkan, setidaknya atlet-atlet yang sudah menyelesaikan program pembinaan di PPLP, dapat dilanjutkan untuk ditampung oleh pengprov cabang olahraga masing-masing, sehingga proses pembinaan atlet tetap berkelanjutan.

"Program pembinaan atlet ini akan menjadi tumpang tindih. Disatu sisi PPLP berhasil melakukan pembinaan atlet, tetapi, disisi lain, pengprov cabang olahraga dan KONI tak berjalan maksimal, "katamya.

Hal senada dikatakan pengurus pengprov PSTI (Sepaktakraw) Sulbar, Muh. Sabir, ia menilai induk organisasi nyaris tak berpenghuni. "Yang ada hanya papan nama sekretariat KONI, tetapi, aktifitas di sekretariat itu belum ada sejak daerah ini terbentuk,"katanya.

"Pengprov cabang olahraga saat ini bagaikan ayam yang kehilangan induk dan tak tahu harus berkonsultasi kemana jika ada persoalan yang dihadapi para pengurus olahraga. "ujarnya.

(T.PSO-104/S016)