
Gubernur minta dukungan ahli wujudkan mega proyek

"Di akhir masa kerja saya yang tersisa sekitar setahun lebih, saya akan bekerja lima kali lebih keras...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta dukungan para ahli yang merupakan doktor dan para guru besar Universitas Hasanuddin untuk mewujudkan seluruh mega proyek yang ada di Sulsel.
"Di akhir masa kerja saya yang tersisa sekitar setahun lebih, saya akan bekerja lima kali lebih keras, bantu ka kodong," kata Syahrul saat Pertemuan Bersama Kepala SKPD dan Tim Ahli, di Makassar, Rabu malam.
Syahrul mengatakan selama ini selalu menggunakan nasehat dan pemikiran tim ahli Pemprov Sulsel dalam merumuskan dan mewujudkan berbagai program dan pembangunan fisik di Sulsel.
Karenanya ia meminta para ahli luntuk membantu agar masyarakat memahami manfaat program pembangunan dan turut mendukungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syahrul memaparkan berbagai pembangunan mega proyek di Sulsel, mulai dari Pelabuhan, Airport, hingga proyek Center Point of Indonesia (CPI).
Syahrul mengungkapkan, Pelabuhan Makassar merupakan salah satu pelabuhan terbaik di Indonesia. Saat ini, terus dilakukan perbaikan sekaligus peningkatan kapasitas pelabuhan agar bisa dilakukan `direct call` untuk ekspor. Begitupun dengan airport di Sulsel.
"Kami di Sulsel sudah membangun sebelas airport. Sekarang yang kita kejar adalah progres airport di Kabupaten Bulukumba," kata Syahrul.
Ia menerangkan, kawasan CPI dibangun untuk rakyat Sulsel. Reklamasi tersebut berbeda dengan reklamasi yang bersoal di daerah lain, karena dilakukan untuk kepentingan mitigasi dan menyelamatkan aset negara.
Selain itu, Pemprov Sulsel mendapat bagian 30 persen untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH).
"Orang-orang terdahulu kita membuatkan Benteng Rotterdam, kita buat apa? Dengan adanya CPI ini, kita buat Pantai Losari yang tiga kali lebih panjang dari saat ini dan Lapangan Karebosi yang luasnya tiga kali lipat. CPI ini akan menjadi landmark untuk Sulsel ke depannya," paparnya.
Gubernur juga menegaskan jika tidak ada korupsi dalam proses reklamasi di CPI tersebut. Meskipun prosesnya harus melalui tahapan di peradilan, namun semuanya dilakukan sesuai prosedur dan hukum yang berlaku.
Terkait turbulensi ekonomi secara global dan nasional, Syahrul menyampaikan jika di Sulsel pertumbuhan ekonomi terjaga. Saat ini, angkanya di kisaran 8,5 persen. Salah satu strateginya, menggenjot ekspor beberapa komoditi unggulan Sulsel.
"Kita akan melakukan ekspor besar-besaran, hingga tiga kali lipat. Mohon semua turun tangan, dan kita pastikan turbulensi ekonomi tidak terjadi di Sulsel. Sudah saatnya Sulsel menjadi penopang untuk pertumbuhan ekonomi nasional," tegasnya.
Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim) Sulsel, Andi Bakti Haruni, menjelaskan, tentang proyek CPI secara lebih detail. Ia memaparkan, berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov Sulsel dengan PT Yasmin, Pemprov Sulsel akan mendapatkan bagian 57 hektare dan sisanya akan menjadi milik swasta. Tetapi, Pemprov Sulsel masih akan mendapatkan bahagian didalamnya untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial.
"Di Kawasan CPI ini akan dibangun Wisma Negara. Saat ini, ruang serba gunanya sementara on progress dan akan selesai tahun ini," jelas Andi Bakti.
Selain itu, CPI akan dilengkapi pasir putih sepanjang 350 meter dengan lebar 50 meter. Ada pula area bermain, area kuliner, ruang terbuka hijau, dan masjid 99 kubah.
"Kawasan CPI ini akan dihubungkan hingga ke taman Maccini Sombala of Indonesia," ujarnya.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
