
Danyon 726 Takalar Serahkan Pelaku Penembakan ke Pomdam

Takalar, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Komandan Yonif Infantri (Yonif) 726 Tamalatea, Takalar, Letkol Inf Mahanoum akan menyerahkan kasus penembakan warga yang dilakukan oleh oknum Kopral Satu (Koptu) AS kepada Polisi Militer Kodam (Pomdam) VII/Wirabuana.
"Yang bersangkutan sudah saya serahkan kepada Pomdam untuk ditindaklanjuti. Mengenai sejauh mana hasil pemeriksaannya, saya juga belum menerima laporan dari Pomdam," katanya.
Menurut dia, hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang digelar aparat Polresta Gowa saat insiden tertembaknya Jumriani Daeng Bunga (28), AS tidak sendiri di tempat kejadian perkara (TKP).
Pada saat itu, AS bersama dengan tiga orang rekannya dari kalangan sipil sedang melakukan pesta minuman keras.
"Ketika kejadian, bukan cuma AS yang berada di TKP, lagi pula jenis barang bukti berupa pistol yang digunakan juga belum diketahui. Seharusnya, asas praduga tak bersalah diutamakan dalam kasus ini. Jangan langsung menghakimi yang bersangkutan. Ikut prosedur pemeriksaan dululah," katanya.
Dia menambahkan, siapa pun pelaku penembakan warga lingkungan Bontobu'ne, Kelurahan Tanabangka, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa tersebut, Batalyon Yonif 726 Tamalatea berharap korban bisa kembali pulih.
Sebelumnya, Jumriani Daeng Bunga (28) warga Bontobu'ne Kelurahan Tubajeng Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi korban penembakan oleh oknum TNI, Kopral Satu (Koptu) AS dari Batalyon Infantri (Yonif) 726 Tamalatea, Takalar.
Hasnia Dg Nurung, salah seorang tetangga korban yang menyaksikan insiden penembakan itu menuturkan, kejadian bermula dari pesta minuman keras (miras) yang dilakukan pelaku bersama rekan-rekannya di rumahnya.
Pelaku bersama rekannya Aso, Adi dan Naro yang melakukan pesta miras di halaman rumahnya itu langsung menembak Daeng Bunga saat sahur.
"Saya tidak tahu apa masalahnya sehingga Daeng Bunga tertembak yang jelas saya mendengar 10 kali letupan senjata hingga akhirnya saya kemudian tiarap," katanya.
Bukan cuma itu, lanjutnya, setelah korban bersimbah darah pada bagian paha kanannya, ketiga rekan oknum AS kemudian menggedor pintu rumah korban sambil menantang suami korban, Syarifuddin Daeng Sila untuk mengajaknya berduel.
Namun, ajakan duel oleh tiga orang pemabuk itu tidak diladeninya. Syarifuddin hanya mencoba menenangkan ketiganya sambil memohon untuk segera membawa istrinya ke rumah sakit (RS) terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain itu informasi yang didapatkan di tempat kejadian perkara (TKP) warga menemukan puluhan selongsong peluru di rumah AS dengan jenis senjata buatan Pindad 1989, jenis peluru yang dipakai diduga sering dipakai Perbakin, dari penjelasan warga juga didapatkan pelaku juga aktif di perbakin Takalar.
"Sering kali kami dengar suara tembakan sejak dua bulan terakhir saat pelaku kembali tinggal di kampung ini, apalagi usai pesta Miras, pasti kita dengar suara tembakan," ujar tetangga korban, Daeng Naba.
Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Rudi Hananto yang didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Salim saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari warga yang menyebutkan jika salah seorang warga tertembak dipaha kanaannya.
"Kejadian tersebut sedang kita teliti dan akan melakukan koordinasi dengan pihak terklait," ujarnya singkat.
Saat ini, keberadaan pelaku Koptu AS sampai sekarang belum diketahui keberadaannya, Polresta Gowa juga memamstikan akan melakukan pemeruiksaan terhadap beberapa rekan AS yang terlibat dalam insiden penembakan itu.
(T.PK-MH/I011)
