
PSDA tanam bambu di DAS Sulsel

"Penanaman bambu ini dilakukan di empat wilayah aliran sungai, yaitu wilayah aliran Sungai Saddang...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulawesi Selatan (Sulsel) menanam pohon bambu di 1.000 titik untuk melindungi Daerah Aliran Sungai (DAS) di empat wilayah aliran sungai di Sulsel.
"Penanaman bambu ini dilakukan di empat wilayah aliran sungai, yaitu wilayah aliran Sungai Saddang, Sungai Jeneberang, Sungai Walanae-Cenranae, dan Sungai Pompengan-Larona," kata Kepala Bidang Irigasi, Rawa, Pantai dan Air Baku Dinas PSDA Sulsel Burhanuddin Akib yang mewakili Kepala Dinas PSDA Sulsel Andi Darmawan Bintang dalam peluncuran program tersebut di Makassar, Rabu.
Penanaman bambu ini, kata dia, dimaksudkan untuk memperbaiki kerusakan dan melindungi lingkungan, khususnya di DAS ke-empat wilayah sungai tersebut.
"Terutama dari erosi lahan di daerah aliran sungai, dan menjaga ekosistem di daerah sempadan sungai," imbuhnya.
Burhanuddin mengatakan dipilihnya tanaman bambu untuk program ini karena tanaman tersebut mampu menyimpan satu liter air per hari.
"Dengan demikian penanaman bambu akan membantu menjaga konsistensi lahan dan debit air di wilayah aliran sungai," jelasnya.
Selain penanaman bambu, PSDA Sulsel juga menyelenggarakan sosialisasi pembuatan bio pori di 1000 titik di empat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang berada di bawah lingkup Dinas PSDA Sulsel.
"Harapan kami, dengan gerakan berbagai program ini, dapat mewujudkan Sulsel yang lebih baik dab lebih sejahtera di masa yang akan datang," tuturnya.
Penanaman bambu di 1000 titik ini, merupakan bagian dari Gerakan 1000 Goodness atau 1000 kebaikan yang digagas oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam rangka menyambut HUT Sulsel ke-347.
Gerakan ini diharapkan dapat membuat rakyat Sulsel tersenyum, melalui program yang sederhana, namun secara substansial berpengaruh positif kepada masyarakat.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
