Logo Header Antaranews Makassar

Sanindo tawarkan pemda program pemadam kebakaran gratis

Kamis, 10 November 2016 21:43 WIB
Image Print
"Pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran sepeser pun untuk program ini...

Makassar (ANTARA Sulsel) - PT Sanindo Perkasa Abadi menawarkan kepada Pemerintah Daerah baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan (Sulsel) program pemadam kebakaran gratis melalui Gerakan Indonesia Bebas Kebakaran (GIBK).

"Pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran sepeser pun untuk program ini, masyarakat juga tidak perlu mengeluarkan dana mereka, kami akan meminjamkan alat pemadam kebakaran gratis, satu rumah satu alat pemadam," jelas Direktur PT Sanindo Perkasa Abadi Maxmillian Wienardi yang ditemui di Makassar, Kamis.

Meskipun disebut "pinjaman," namun pinjaman alat pemadam kebakaran tersebut berlaku untuk selamanya. Namun masyarakat akan terikat perjanjian untuk tidak menjual alat yang dipinjamkan.

Selain program satu rumah satu alat pemadam kebakaran, pihaknya juga siap melakukan edukasi kepada masyarakat tentang mencegah dan mengatasi kebakaran dan unit kebakaran reaksi cepat di tingkat rt/rw atau kelurahan.

Maxmillian mengatakan perusahaan yang ia dirikan sejak tahun 1992 dan berdomisili di Jakarta dan Surabaya tersebut, menggunakan alat pemadam kebakaran yang berisi cairan senyawa kimia Hartindo AF11E yang terbuat dari kulit ubi kayu.

Senyawa tersebut, lanjutnya, merupakan temuan anak bangsa sendiri, Randall yang kini berdomisili di London, Inggris.

"Senyawa ini telah digunakan di lima negara, diantaranya Inggris, Arab Saudi, dan Malaysia," kata dia.

Meskipun telah beroperasi sejak 24 tahun lalu, pihaknya, kata dia baru memulai program satu rumah satu alat pemadam ini tiga bulan yang lalu. Sebelumnya, perusahaan yang ia pimpin lebih fokus pada penyediaan alat pemadam kebakaran untuk industri.

Nantinya, PT Sanindo Perkasa Abadi akan berpartner dengan perusahaan-perusahaan lokal yang ingin menyalurkan CSR-nya maupun menggunakan tabung pemadam kebakaran tersebut sebagai sarana promosi.

Untuk tahap awal, kata dia, pihaknya memperkirakan dibutuhkan investasi sekitar Rp500 miliar untuk 300 ribu tabung yang akan dibagi-bagikan ke rumah-rumah.

Untuk memungkinkan program ini berjalan, hal yang paling utama, kata dia, adalah kesediaan Pemerintah Daerah setempat untuk bekerja sama.

"Ini pada dasarnya hal ini sangat menguntungkan bagi pemerintah dan masyarakat, jadi kami sangat berharap kerja sama dari pemerintah," jelasnya.

Pihaknya, kata dia, telah bersurat kepada Pemrov Sulsel maupun Pemkot Makassar, untuk menawarkan kerja sama ini.

"Jika ini diterima kita akan segera membentuk Tim Pokja, menghitung RT dan RW yang akan dicover oleh program ini, kemudian mencari dana CSR dan promosi iklan, lalu menyalurkan tabung ke masyarakat," pungkasnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026