
PSM Makassar akui ketajaman putra Bantaeng

"Irfan Jaya kembali menunjukkan ketajamanya dengan torehan dua gol ke gawang PBFC...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Manajemen dan pelatih PSM Makassar mengakui ketajaman striker asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan yakni Irfan Jaya selama memperkuat PSM U-21 di Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.
Direktur Klub PSM, Sumirlan di Makassar, Jumat, mengatakan sumbangan dua gol Irfan Jaya ke gawang Pusamania Borneo FC (PBFC) pada laga perdana babak delapan besar Grup Y ISC 2016 membuatnya semakin kokoh sebagai calon pencetak gol terbanyak dengan 14 gol untuk sementara waktu.
"Irfan Jaya kembali menunjukkan ketajamanya dengan torehan dua gol ke gawang PBFC. Saya kira pemain yang bersangkutan memang menjadi aset untuk PSM ke depan," ujarnya.
Dirinya juga tidak pungkiri jika pemain yang sempat memperkuat Persiban Bantaeng di turnamen Sulsel Super League (SSL) itu memanglayak mendapatkan kesempatan untuk bergabung bersama tim senior ke depan.
Sementara Pelatih PSM U-21, Budiardjo Thalib berharap Irfan Jaya terus mampu menjaga konsistensinya agar bisa mengangkat tim PSM muda berprestasi di kompetisi ISC 2016.
"Kita tentu bersyukur memiliki sosok Irfan Jaya di lini depan PSM. Saat ini, dirinya sdah membuktikan kualitasnya dengan tampil sebagai top skor sementara ISC dengan koleksi 14 gol," ujarnya.
PSM U-21 sendiri bergabung dalam Grup Y bersama tiga tim lainnya yakni Pusamania Borneo FC (PBFC) U-21, Persela Lamongan U-21 dan Bhayangkara FC U-21.
Artinya peluang Irfan Jaya menambah pundi-pundi golnya masih terbuka lebar. Namun tim pelatih lebih fokus bagaimana bisa memenangkan setiap pertandingan dan membawa PSM muda menembus babak semi final ISC 2016.
"Kita masih memiliki dua laga sisa di delapan besar Grup Y masing-masing menghadapi Persela Lamongan U-21 dan Bhayangkara FC U-21. mudah-mudahan kami bisa meraih hasil maksimal dan lolos ke semi final," ujarnya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
