
Kecamatan Ujung Pandang terima bantuan perahu DKP3

"Kecamatan Ujung Pandang adalah salah satu kecamatan yang juga memiliki pulau di Makassar...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Kecamatan Ujung Pandang menerima bantuan perahu dari Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Peternakan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai alat transportasi untuk Satuan Tugas Kebersihan.
"Kecamatan Ujung Pandang adalah salah satu kecamatan yang juga memiliki pulau di Makassar. Perahu bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk Satgas Kebersihan di pulau," ujar Camat Ujung Pandang Andi Zulkifli Ananda di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan sarana transportasi berupa perahu bantuan dari DKP3 ini akan digunakan untuk operasional Satgas Kebersihan kecamatan dari Pulau Lae-lae ke daratan atau sebaliknya.
Zulkifli juga mengaku Pulau Lae-lae adalah salah satu pulau terdekat dan tersibuk di antara pulau-pulau lainnya yang dimiliki Kota Makassar karena banyaknya warga sering berkunjung ke pulau tersebut.
Tingginya aktivitas di Pulau Lae-lae juga diikuti oleh tingginya volume sampah plastik yang kadang dibuang secara sembarangan oleh para pengunjung pulau.
"Sampah-sampah yang banyak dibuang di pulau atauj di laut itu bisa dibersihkan oleh anggota Satgas dan perahu ini selain mengangkut petugas juga akan mengangkut sampahnya," katanya.
Sebelumnya Kecamatan Ujung Pandang hanya memiliki alat pembersihan di laut Pantai Losari berupa rakit dan terkadang perahu besar milik DKP3 maupun Angkatan Laut juga dikerahkan pada kerja bakti massal.
Namun dengan adanya bantuan perahu viber ini, ia meyakini jika mobilitas para petugas kebersihannya akan lebih tinggi lag karena sudah tidak terkendala oleh transportasi.
"Perahu ini nantinya akan dioperasikan oleh Satgas kelurahan Lae-lae, di mana sebelumnya Satgas hanya memakai rakit manual. Dengan adanya bantuan dari DKP3 maka secara otomatis akan semakin membantu percepatan pembersihan sampah yang ada di laut pantai Losari," jelasnya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
