
Organisasi Paralimpik Resmi Keluar Dari KONI

"NPC Indonesia telah memutuskan keluar dan tentu daerah akan mengikuti induknya di pusat...
Makassar (Antara Sulsel) - National Paralympic Committe (NPC) Sulawesi Selatan menyatakan organisasi pusat sudah memutuskan keluar dari keanggotaan di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sehingga untuk kebutuhan anggaran akan ditanggung langsung Pemprov Sulsel.
Ketua NPC Sulsel, Muh Sonny Sandra di Makassar, Rabu, menyatakan dengan kondisi itu maka pihaknya meminta setiap pengcab kabupaten/kota bisa mempersiapkan dan membiasakan diri tidak lagi bergantung pada pemberian KONI masing-masing.
"NPC Indonesia telah memutuskan keluar dan tentu daerah akan mengikuti induknya di pusat. Kami selanjutnya akan tetap menjalankan sejumlah program dengan anggaran yang tentu bukan lagi dari KONI setempat," ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk program NPC Sulsel sendiri tetap akan fokus dalam pembinaan dan peningkatan kemampuan atlet, pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (musorprov) serta persiapan pelaksanaan babak kualifikasi pekan paralimpik provinsi (Peprprov).
Dengan agenda yang banyak itu maka pihaknya tentu akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit agar dapat menjalankan secara lancar. Untuk itu pihaknya berharap dukungan penuh dari Pemprov Sulsel untuk bisa memberikan bantuan sesuai yang diharapkan.
Untuk tahun ini, kata dia, anggaran yang dibutuhkan pihaknya masih akan dimasukkan sebagai dana hibah. Namun untuk selanjutnya atau tahun berikutnya sudah siap dimasukkan dalam APBD.
"Khusus tahun ini memang masih dalam bentuk dana hibah. Namun kami tentunya kedepannya sudah bisa dimasukkan dalam APBD agar anggaran kita rutin,"katanya.
Sementara itu, pihaknya juga meminta pemerintah memberikan perlakuan yang sama dalam pembagian bonus bagi atlet yang telah mengharumkan nama daerah baik di Pekan Olahraga Nasional (PON) ataupun Pekan Olahraga Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016.
"Kami meminta agar pemerintah provinsi bisa memberikan tali asih kepada atlet yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Untuk bonusnya juga kami minta agar tidak ada perbedaan dengan yang diterima para atlet PON," katanya.
Permintaan pengurus NPC Sulawesi Selatan itu dikarenakan pelakuan yang tidak adil yang telah mereka rasakan sebelumnya. Pihaknya berharap persoalan diskriminasi tidak tidak terjadi khususnya dalam hal pemberian bonus bagi atlet berprestasi.
Mengenai pengajuan bonus sendiri, kata dia, pihaknya juga berharap segera diproses agar para atlet peraih medali bisa langsung menikmati hasil kerja kerasnya.
Apalagi pemberian bonus akan membuat atlet semakin termotivasi dan tentu itu dibutuhkan agar bisa terus meningkatkan kemampuan demi menjaga persaingan mempersembahkan prestasi bagi Sulsel baik di ajang nasional hingga internasional.
"Kami di Peparnas meraih satu emas, delapan perak dan 18 perunggu. Untuk peringkat kami, memang tidak mencapai target masuk 10 besar namun sudah ada peningkatan dibandingkan sebelumnya," ujar dia.
Pewarta : Abd Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
