
85 PTN Hadiri Forum Wakil Rektor Se-Indonesia

"Jika ada isu menarik pertemuan bisa terlaksana hingga tiga kali. Seperti saat ini isu ...
Makassar (Antara Sulsel) - Sebanyak 102 peserta dari 85 perguruan tinggi negeri (PTN) menghadiri Forum Wakil Rektor II Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia di Menara Pinisi UNM Makassar, Sulawesi Selatan, 10-12 Februari 2017
Ketua Forum Wakil Rektor II Eduart Wolok ST MT di Makassar, Jumat, mengatakan jika pertemuan yang dirangkaikan dengan Rakernas ini rutin dilakukan dua kali dalam setahun.
"Jika ada isu menarik pertemuan bisa terlaksana hingga tiga kali. Seperti saat ini isu yang meresahkan kita terkait permen 20 tahun 2017 ini akan kita bahas," katanya menjelaskan.
Ia menjelaskan, ajang tersebut juga menghadirkan irjen Karier dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemristekdikti Prof Dr Bunyamin Maftuh, MA
"Penjelasan dari Direktur Karier dan Sumber Daya Manusia (SDM) semoga bisa memberikan jawaban atas isu yang saat ini berkembang terkait permen 20 tahun 2017 lebih jelas sehingga bisa dipersiapkan langkah antisipasi," harap WR II Universitas Negeri Gorontalo itu.
Sementara Rektor UNM Prof Husain Syam mengatakan bahwa pertemuan ini harus dilakukan agar para pejabat yang bersentuhan langsung dengan manajemen administrasi dan keuangan ini dapat berbagi informasi untuk pengembangan pengelolaan PTN di Indonesia.
Terutama, lanjut dia, saat ini ada isu menarik terkait permen 20 tahun 2017 tentang pemberian tunjangan dosen dan tunjangan kehormatan profesor.
"Saya juga mengucapkan selamat datang pada seluruh peserta di Kota Makassar. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan hal seperti yang diharapkan," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) telah menyatakan siap memotong tunjangan para profesor yang tidak inovatif atau kurang memperkenalkan dan mempublikasikan hasil karyanya setahun kedepan.
Meristek Muhammad Nasir menyatakan itu menyikapi masih rendahnya publikasi internasional PTN di Indonesia oleh para profesor.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
