Logo Header Antaranews Makassar

Batan Teliti Radiasi Nuklir Di RSUD Sulbar

Jumat, 10 Maret 2017 21:04 WIB
Image Print
"Memang benar ada tiga warga negara asing asal Jepang bersama tim Batan melakukan penelitian di RSUD Sulbar...

Mamuju (Antara Sulbar) - Badan Tenaga Nuklir (Batan) Pusat bersama tiga warga asing dari Negara Jepang melakukan penelitian radiasi nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulawesi Barat.

"Memang benar ada tiga warga negara asing asal Jepang bersama tim Batan melakukan penelitian di RSUD Sulbar," kata Pihak RSUD Sulbar, Mujibah di Mamuju, Jumat.

Menurutnya, penelitian radiasi Nuklir ini dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Mereka langsung melakukan kunjungan ke laboratorium RSUD Sulbar.

Mujibah mengaku kedatangan warga asing itu hanya melakukan penelitian bersama tim Batan pusat. Tim tersebut sudah melakukan penelitian potensi Uranium selama dua tahun di wilayah Sulbar.

Dari penelitian itu kata Mujibah, juga dilakukan pemeriksaan sampel darah kemudian disimpan di freezer untuk dikirim kepusat.

"Tim Batan akan kembali memaparkan di RSUD terkait hasil penelitian dampak radiasi Nuklir ini. Hal yang pasti, tim Batan akan memaparkan sejauh mana hasil dari penelitian yang dilakukan selama dua tahun ini," katanya.

Sebelumnya, tim Batan telah mengakui jika kandungan uranium yang terdapat di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, telah dilirik oleh negara asing.

"Semenjak kandungan uranium tersiar luas maka sejak itu pula ada beberapa negara yang telah melakukan pendekatan ke Batan. Sebetulnya, banyak negara-negara lain yang melirik uranium, hanya saja terbentur dengan aturan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran," kata Kepala Batan Prof Dr Djarot Sulistio Wisnubroto.

Menurut dia, aturan UU tersebut telah mempersempit ruang gerak bagi pemodal untuk melakukan pengelolaan tambang uranium.

Djarot menyebutkan, kandungan uranium ini bukan untuk dikomersialkan, tetapi untuk pembangunan bangsa ini.

"Kandungan Uranium di Mamuju tidak akan dikomersialkan setelah dilakukan penelitian tetapi untuk digunakan bagi kemajuan pembangunan bangsa," jelasnya lagi.

Pengelolaan nuklir di Sulbar akan diarahkan untuk pembangunan bidang lain dalam rangka memajukan perekonomian negara dengan membangun produksi pertanian, perkebunan peternakan dan perikanan.

"Kerja sama yang dilakukan dengan pemerintah di Sulbar untuk memanfaatkan uranium untuk kemajuan pembangunan bangsa ke depan dengan meningkatkan produksi pertanian, pertanian perkebunan peternakan dan perikanan," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026