Menakertrans: Banser GP Ansor Jaga Kemandirian Bangsa

id Ansor, banser, Muhammad Hanif Dhakiri

Menakertrans: Banser GP Ansor Jaga Kemandirian Bangsa

Menakertrans Muhammad Hanif Dhakiri memberikan pembekalan banser Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Makassar, Sulsel, Sabtu (25/3). (Istimewa)

"Kita harus merapatkan barisan untuk meningkatkan kompetensi baik sebagai tenaga kerja ...
Makassar (Antara Sulsel) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhammad Hanif Dhakiri mengharapkan Banser Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjaga kemandirian bangsa dengan meningkatkan kompetensi sebagai tenaga kerja dan wirausahawan.

"Kita harus merapatkan barisan untuk meningkatkan kompetensi baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai wirausahawan guna menjaga kemandirian bangsa," kata Hanif di BLKI Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Hanif pada kesempatan itu juga memberikan motivasi kepada 100 peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbnpim) GP Ansor agar tetap bersemangat dalam melakukan pekerjaan dan profesinya.

Menurutnya, sekarang ini Indonesia memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sehingga mau tidak mau tenaga kerja harus mumpuni agar bisa bersaing dengan tenaga kerja asing.

Mengingat MEA , kata dia, menjadi kompetisi yang sifatnya bukan alamiah tapi persaingan yang didesain seperti ada sertifikasi atau lisensi.

"Kasarnya begini, kalau anda jago berkelahi tapi tak punya lisensi, anda tak bisa masuk ring tinju. Kalau tak bisa bertanding bagaimana bisa menang," papar Hanif.

Mantan Ketua PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini mengajak agar kader Banser yang merupakan para pemuda Nadhlatul Ulama ini bisa menjadi pengusaha.

Saat ini jumlah pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,5 persen sehingga masih terbuka peluang besar untuk terjun ke dunia usaha dan membuka lapangan kerja.

Bahkan, forum atau majelis-majelis taklim di wilayah masing-masing kaum nadhliyin bisa dijadikan sebagai sarana untuk mendorong dan mendukung kemandirian ekonomi para warga Nadhlatul Ulama (NU).

Hanif mengharapkan kepada seluruh kader yang berada di bawah naungan NU agar bisa menjadi kader NU 24 karat. Warisan ilmu para kyai NU, lanjutnya, yakni akidah Islam Ahlussunnah Waljamaah An Nahdiyah harus menjadi dasar untuk berbuat terbaik bagi Indonesia.

"Percayalah bahwa kita bisa jadi besar karena keikhlasan dan pengabdian kepada NU. NU harus berada di depan untuk memberikan manfaat yang baik bagi bangsa dan semua orang," tambah mantan pengurus GP Ansor ini

Acara tersebut dipandu oleh Komandan Latihan Susbanpim,Hasan Basri Sagala. Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad, anggota DPR Andi Muawiyah Ramli, dan mantan Sekjen GP Ansor Syukur Sabang dan tamu undangan lainnya..

Pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan GP Ansor dari 19 provinsi di Indonesia seperti, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Riau.

Kemudian, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Jawa Timur, Maluku, Papua dan Papua Barat serta DKI Jakarta, tergabung dalam Satuan Koordinasi.

Sementara Ketua GP Ansor Sulsel, Muhammad Tonang, mengatakan bersyukur Menteri Hanif dapat hadir langsung memberikan motivasi kepada peserta Susbanpim.

"Ini merupakan berkah bagi kita semua dan bisa saling menguatkan silaturahmi, pelatihan ini sebagai bagian dari penguatan kader Banser GP Ansor," ucapnya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar