
Mahasiswa Makassar Protes Pemadaman Bergilir

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Energi (GMPE) melakukan unjuk rasa di kantor PLN Wilayah Sulawesi Selatan Barat dan Tenggara (Sultan Batara) memprotes pemadaman bergilir di Kota Makassar.
Koordinator Lapangan GMPE Sony Prabowo dalam orasinya ssar, Rabu, mengatakan pemadaman bergilir yang dilakukan PLN dalam beberapa pekan terakhir di Makassar menandakan perusahaan listrik tersebut tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya.
Ia menjelaskan kebijakan pemadaman merugikan masyarakat karena tidak mengindahkan perlindungan hak konsumen dan berindikasi PLN mengistimewakan pengusaha.
PLN juga dinilai tidak bersikap antisipatif dengan selalu melakukan pemadaman setiap tahun yang diperparah dengan lemahnya tindakan sosialisasi PLN kepada masyarakat.
Menanggapi pernyataan mahasiswa itu, Deputi Manajer Komunikasi PT PLN Sultan Batara Yamin Loleh mengatakan pemadaman bergilir bukan keinginan PLN.
Langkah tersebut terpaksa dilakukan karena sejumlah unit pembangkit mengalami defisit air jauh di bawah batas normal, sehingga tidak bisa beroperasi maksimal.
Ia mencontohkan karena kekurangan air, PLTA Bakaru di Kabupaten Pinrang saat ini mengalami defisit daya sebesar 70 MW dari total kapasitas daya 129 MW.
Begitupun PLTA Bili-Bili Kabupaten Gowa yang saat ini hanya mampu memproduksi daya 2 MW dari total kapasitas 20 MW sehingga PLN harus memaksimalkan kinerja PLTD Sengkang Kabupaten Sengkang yang bisa menghasilkan daya 140 MW dan PLTD Tello sebesar 30 MW.
"Saat ini total daya mampu kami sebesar 531 MW sementara beban puncak 520 MW," ujarnya.
Ia mengatakan pihaknya berharap masyarakat bersabar hingga situasi ini bisa ddiperbaiki PLN. Selain melakukan perawatan mesin pembangkit, PLN juga berharap musim hujan segera tiba untuk menambah volume air pembangkit.*(T.PK-AAT/N002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
