Pemanfaatan Waduk Bili-bili pada musim kemarau
- 29 September 2020 21:13 WIB, 2020
Petani memanen garam di Kelurahan Pallengu, Bangkala, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu (17/11/2019). Berdasarkan hasil penelitian tim peneliti dari Universitas Hasanuddin Makassar yang dipublikasikan di Global Journal of Environmental Science and Management (GJESM) berjudul "Microplastics in water, sediment and salts from traditional salt producing ponds", ditemukan plastik mikro di kolam penghasil garam di daerah itu dengan tingkat kontaminasi secara keseluruhan dari sampel air laut dan garam sebesar 68,75 persen serta pada sedimen mencapai 50 persen. ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU
Petani memanen garam di Kelurahan Pallengu, Bangkala, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu (17/11/2019). Berdasarkan hasil penelitian tim peneliti dari Universitas Hasanuddin Makassar yang dipublikasikan di Global Journal of Environmental Science and Management (GJESM) berjudul "Microplastics in water, sediment and salts from traditional salt producing ponds", ditemukan plastik mikro di kolam penghasil garam di daerah itu dengan tingkat kontaminasi secara keseluruhan dari sampel air laut dan garam sebesar 68,75 persen serta pada sedimen mencapai 50 persen. ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU
Petani memanen garam di Kelurahan Pallengu, Bangkala, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu (17/11/2019). Berdasarkan hasil penelitian tim peneliti dari Universitas Hasanuddin Makassar yang dipublikasikan di Global Journal of Environmental Science and Management (GJESM) berjudul "Microplastics in water, sediment and salts from traditional salt producing ponds", ditemukan plastik mikro di kolam penghasil garam di daerah itu dengan tingkat kontaminasi secara keseluruhan dari sampel air laut dan garam sebesar 68,75 persen serta pada sedimen mencapai 50 persen. ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU