YLKI ajak masyarakat teliti pilih takjil
Kamis, 17 Mei 2018 22:51 WIB
Foto dokumentasi. Sejumlah pedagang melayani pengunjung stand jajanan buka puasa di Pasar Ramadhan Mappanyukki Makassar, Sulsel. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang
Makassar (Antaranews Sulsel) - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Makassar mengajak masyarakat agar selalu berhati-hati dan teliti dalam memilih takjil atau menu berbuka puasa yang membanjir pada bulan Ramadhan.
Ketua YLKI Makassar Ambo Masse di Makassar, Kamis, mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya di kota "Daeng" ini selalu kebanjiran takjil yang memenuhi setiap sudut jalan.
"Jadi mulai Ramadhan hari pertama ini sudah mulai ramai orang menjajakan menu takjil. Kami berharap masyarakat agar lebih teliti sebelum membelinya," ujarnya.
Ia menjelaskan beberapa pedagang telah memiliki atau masuk dalam binaan Pemerintah Kota Makassar, namun tidak sedikit yang hanya inisiatif sendiri bagi masyarakat untuk mendapatkan berkah selama Ramadhan.
"Maka dari itu, penting bagi konsumen untuk lebih teliti dan cerdas dalam memilih menu berbuka puasa. Kamiminta lebih waspada terhadap menu takjil yang warnanya begitu mencolok seperti cendol dan sebagainya," ujarnya.
Sebab dikhawatirkan menggunakan zat pewarna buatan yang tentunya berbahaya bagi kesehatan.
Selain itu, masalah higienitas menu juga patut menjadi perhatian untuk memilih takjil yang begitu banyak dan nudah didapatkan selama bulan Ramadhan ini.
"Untuk tingkat kebersihannya juga perlu menjadi perhatian. Intinya kita dorong masyarakat untuk menjadi konsumen yang kritis," sebut dia.
Ketua YLKI Makassar Ambo Masse di Makassar, Kamis, mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya di kota "Daeng" ini selalu kebanjiran takjil yang memenuhi setiap sudut jalan.
"Jadi mulai Ramadhan hari pertama ini sudah mulai ramai orang menjajakan menu takjil. Kami berharap masyarakat agar lebih teliti sebelum membelinya," ujarnya.
Ia menjelaskan beberapa pedagang telah memiliki atau masuk dalam binaan Pemerintah Kota Makassar, namun tidak sedikit yang hanya inisiatif sendiri bagi masyarakat untuk mendapatkan berkah selama Ramadhan.
"Maka dari itu, penting bagi konsumen untuk lebih teliti dan cerdas dalam memilih menu berbuka puasa. Kamiminta lebih waspada terhadap menu takjil yang warnanya begitu mencolok seperti cendol dan sebagainya," ujarnya.
Sebab dikhawatirkan menggunakan zat pewarna buatan yang tentunya berbahaya bagi kesehatan.
Selain itu, masalah higienitas menu juga patut menjadi perhatian untuk memilih takjil yang begitu banyak dan nudah didapatkan selama bulan Ramadhan ini.
"Untuk tingkat kebersihannya juga perlu menjadi perhatian. Intinya kita dorong masyarakat untuk menjadi konsumen yang kritis," sebut dia.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ditlantas Polda Sulbar bagikan takjil kepada pengendara dan warga kurang mampu
06 March 2025 5:12 WIB
Puluhan warga Jember Jawa Timur diduga keracunan massal akibat makanan takjil
01 April 2024 8:04 WIB, 2024
Terpopuler - Kuliner
Lihat Juga
Makanan khas Sulsel "Pallu Ce'la" dilombakan di Festival Beautiful Malino 2025
11 July 2025 21:42 WIB
Pemkab Luwu Timur gelar Festival Luliner dan Kerajinan Budaya Nusantara
06 July 2024 21:11 WIB, 2024