Gubernur: vaksin MR untuk selamatkan generasi mendatang
Selasa, 21 Agustus 2018 16:36 WIB
Arsip - Seorang anak mengikuti imunisasi Measles Rubella (MR) di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (2/8/2018). ANTARA FOTO/Adwit B Pramono
Makassar (Antaranews) - Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Soni Sumarsono menegaskan jika Vaksin Measles Rubella (MR) penting untuk menyelamatkan generasi mendatang Indonesia.
"Kita tidak ingin dua puluh tahun mendatang anak-anak kita banyak yang cacat," kata Soni di Makassar, Selasa.
Vaksin MR ini, menurut Soni, adalah investasi bagi masa depan Indonesia, yang dampaknya baru bisa dirasakan dua puluh hingga dua puluh lima tahun mendatang.
"Namanya investasi, manfaatnya belum terasa sekarang, tapi nanti," ujarnya.
Soni menegaskan jika pemerintah dan negara berkewajiban melindungi warga negaranya, termasuk dari bahaya Rubella.
Pemerintah, kata Soni, sudah memberikan jaminan keamanan vaksin tersebut, karenanya ia meminta agar masyarakat percaya sepenuhnya kepada pemerintah.
"Kalau pemerintah tidak dipercayai, lalu siapa lagi yang harus dipercaya, tidak mungkin pemerintah menjahati rakyatnya sendiri," tuturnya.
Soni kembali mengimbau agar seluruh masyarakat Sulsel ikut serta dalam menyukseskan program vaksin MR ini. Apa lagi, kata dia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memperbolehkan penggunaan vaksin ini.
"MUI pusat kan juga sudah `clear` semua," kata dia.
Ia kembali mengingatkan jika semua kebijakan pemerintah telah disaring, diteliti, dan dicermati, sehingga ia berharap masyarakat secara ikhlas mengikuti program ini.
"Tapi kalau ngak mau tidak apa-apa, tidak dipaksakan," imbuhnya.
Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan.
Dampaknya menjadi fatal apabila Rubella ini menyerang wanita hamil pada trimester pertama. Infeksi Rubella yang terjadi sebelum terjadinya pembuahan dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kematian janin atau sindromrubella kongenital (Congenital Rubella Syndrome/CRS) pada bayi yang dilahirkan.
CRS umumnya bermanifestasi sebagai Penyakit Jantung Bawaan, Katarak Mata, bintik-bintik kemerahan (Purpura), Microcephaly (Kepala Kecil) dan Tuli.
Dampak tersebutlah, yang menurut Soni perlu dicegah melalui pemberian Vaksin MR.
"Kita tidak ingin dua puluh tahun mendatang anak-anak kita banyak yang cacat," kata Soni di Makassar, Selasa.
Vaksin MR ini, menurut Soni, adalah investasi bagi masa depan Indonesia, yang dampaknya baru bisa dirasakan dua puluh hingga dua puluh lima tahun mendatang.
"Namanya investasi, manfaatnya belum terasa sekarang, tapi nanti," ujarnya.
Soni menegaskan jika pemerintah dan negara berkewajiban melindungi warga negaranya, termasuk dari bahaya Rubella.
Pemerintah, kata Soni, sudah memberikan jaminan keamanan vaksin tersebut, karenanya ia meminta agar masyarakat percaya sepenuhnya kepada pemerintah.
"Kalau pemerintah tidak dipercayai, lalu siapa lagi yang harus dipercaya, tidak mungkin pemerintah menjahati rakyatnya sendiri," tuturnya.
Soni kembali mengimbau agar seluruh masyarakat Sulsel ikut serta dalam menyukseskan program vaksin MR ini. Apa lagi, kata dia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memperbolehkan penggunaan vaksin ini.
"MUI pusat kan juga sudah `clear` semua," kata dia.
Ia kembali mengingatkan jika semua kebijakan pemerintah telah disaring, diteliti, dan dicermati, sehingga ia berharap masyarakat secara ikhlas mengikuti program ini.
"Tapi kalau ngak mau tidak apa-apa, tidak dipaksakan," imbuhnya.
Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan.
Dampaknya menjadi fatal apabila Rubella ini menyerang wanita hamil pada trimester pertama. Infeksi Rubella yang terjadi sebelum terjadinya pembuahan dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kematian janin atau sindromrubella kongenital (Congenital Rubella Syndrome/CRS) pada bayi yang dilahirkan.
CRS umumnya bermanifestasi sebagai Penyakit Jantung Bawaan, Katarak Mata, bintik-bintik kemerahan (Purpura), Microcephaly (Kepala Kecil) dan Tuli.
Dampak tersebutlah, yang menurut Soni perlu dicegah melalui pemberian Vaksin MR.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah Inggris dorong digital inklusif di Kawasan Timur Indonesia
03 February 2022 18:02 WIB, 2022
Anak Kampung Nafri belajar bersama di pos Satgas Yonif MR 413 Kostrad
09 February 2021 23:08 WIB, 2021
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020