Grup Astra Agro kembali raih ISPO
Selasa, 18 September 2018 20:59 WIB
Para penerima penghargaan ISPO dari Grup Astra Agro melakukan foto bersama. (Foto dok. Astra Argo/Husni)
Jakarta (Antaranews) - Anak-anak perusahaan perkebunan kelapa sawit Grup Astra Agro kembali menerima sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sertifikat keberlanjutan yang bersifat wajib itu diberikan kepada PT Cakung Permata Nusa, PT Persada Dinamika Lestari, PT Cakradenta Agung Pertiwi yang beroperasi di Kalimantan Selatan, PT Palma Plantasindo di Kalimantan Timur, PT Cipta Agro Nusantara di Sulawesi Tengah, dan PT Palma Plantasindo di Kalimantan Timur. Selain perusahaan, ada juga usaha berbentuk koperasi (Sumber Rejeki) yang merupakan binaan PT Ekadura Indonesia di Pekanbaru.
“Sesuai visi misi perusahaan yang ingin agar Astra Agro menjadi perusahaan panutan dan bermanfaat bagi bangsa, dan perolehan sertifikat ISPO ini merupakan prioritas penting,” ujar Vice President Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk Bandung Sahari.
Perolehan sertifikat ISPO adalah salah satu bukti bahwa tata kelola perkebunan kelapa sawit Astra Agro berkelanjutan.
Sejauh ini, Grup Astra Agro sudah memperoleh sebanyak 40 sertifikat ISPO. Dari total angka tersebut, 38 merupakan kebun inti dan dua lainnya merupakan sertifikat dari kebun masyarakat binaan perusahaan. Tahun 2016 bahkan Grup Astra Agro dinyatakan sebagai peraih sertifikat ISPO terbanyak.
“Kami sampaikan selamat kepada seluruh penerima sertifikat,” kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Bambang di Jakarta, Selasa (18/9) pada acara penyerahan sertifikat yang diawali dengan dialog interaktif membahas topik “Percepatan Sertifikasi ISPO: Solusi Jitu Hadapi Isu Negatif”.
Bambang sekaligus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkomitmen penuh dalam menjadikan industri perkebunan kelapa sawit sebagai industri yang sesuai dengan pelaksanaan prinsip-prinsip dalam ISPO.
Sertifikasi ISPO ini sangat penting dan harus diperjuangkan. Karena, menurutnya, sertifikasi ini merupakan bukti bahwa negara berkomitmen menjadikan industri kelapa sawit sebagai industri yang dikelola dengan baik agar bisa dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Karena itu. “Jangan ada seorang pun yang mengatakan tidak tentang ISPO,” lanjut Bambang menegaskan.
Pada kesempatan itu ia juga mengingatkan kembali komitmen perusahaan-perusahaan kelapa sawit agar segera memperoleh sertifikat ISPO. Dengan sikap seperti itu, menurutnya, suatu saat Indonesia memiliki senjata ampuh untuk menyatakan pada dunia bahwa Indonesia benar-benar mengelola kelapa sawit dengan baik. (*)
“Sesuai visi misi perusahaan yang ingin agar Astra Agro menjadi perusahaan panutan dan bermanfaat bagi bangsa, dan perolehan sertifikat ISPO ini merupakan prioritas penting,” ujar Vice President Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk Bandung Sahari.
Perolehan sertifikat ISPO adalah salah satu bukti bahwa tata kelola perkebunan kelapa sawit Astra Agro berkelanjutan.
Sejauh ini, Grup Astra Agro sudah memperoleh sebanyak 40 sertifikat ISPO. Dari total angka tersebut, 38 merupakan kebun inti dan dua lainnya merupakan sertifikat dari kebun masyarakat binaan perusahaan. Tahun 2016 bahkan Grup Astra Agro dinyatakan sebagai peraih sertifikat ISPO terbanyak.
“Kami sampaikan selamat kepada seluruh penerima sertifikat,” kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Bambang di Jakarta, Selasa (18/9) pada acara penyerahan sertifikat yang diawali dengan dialog interaktif membahas topik “Percepatan Sertifikasi ISPO: Solusi Jitu Hadapi Isu Negatif”.
Bambang sekaligus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkomitmen penuh dalam menjadikan industri perkebunan kelapa sawit sebagai industri yang sesuai dengan pelaksanaan prinsip-prinsip dalam ISPO.
Sertifikasi ISPO ini sangat penting dan harus diperjuangkan. Karena, menurutnya, sertifikasi ini merupakan bukti bahwa negara berkomitmen menjadikan industri kelapa sawit sebagai industri yang dikelola dengan baik agar bisa dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Karena itu. “Jangan ada seorang pun yang mengatakan tidak tentang ISPO,” lanjut Bambang menegaskan.
Pada kesempatan itu ia juga mengingatkan kembali komitmen perusahaan-perusahaan kelapa sawit agar segera memperoleh sertifikat ISPO. Dengan sikap seperti itu, menurutnya, suatu saat Indonesia memiliki senjata ampuh untuk menyatakan pada dunia bahwa Indonesia benar-benar mengelola kelapa sawit dengan baik. (*)
Pewarta : -
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga TBS kelapa sawit di Sulbar periode Januari 2026 sebesar Rp3.092 per kilogram
15 January 2026 22:14 WIB
Presiden Prabowo heran Indonesia produksi sawit terbesar dunia tapi minyak langka
15 August 2025 14:29 WIB
Diduga ilegal, Menteri Nusron cabut sertifikat perkebunan sawit di TN Tesso Nilo
02 July 2025 6:24 WIB