10 korban gempa dirawat di RS Unhas
Selasa, 2 Oktober 2018 19:27 WIB
Korban gempa dan tsunami Palu dirawat di RS Pendidikan Unhas, Makassar, Selasa (2/10). Foto Antaranews Sulsel/S.Mappong/18
Makassar (Antaranews Sulsel) - Sebanyak delapan orang korban gempa dan tsunami Palu, Sulteng dirawat di RS Pendidikan Unhas.
Kedelapan pasien korban gempa dan tsunami yang dirawat intensif di RS Pendidikan Unhas, Selasa, delapan orang dewasa dan dua orang anak-anak yang mengalami patah tulang dan luka-luka.
Dari 10 pasien itu diantaranya Devy Triyanti (P), Udin Labania (L), Siang Tandi Gonggo (L), Ade Putri Milania (P), Laela Sofyani (P), Cindy Else (P) dan Muh Rafardhan Abdul Rasyid.
"Kami ikut penerbangan Hercules tadi pagi dan anak saya yang mengalami patah kaki dengan luka borok langsung dibawa ke RS ini," kata Astin, ibu pasien Devy yang ditemui di RS Pendidikan Unhas, Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, Devy saat kejadian nahas Jumat (2/10) lalu, berada di pantai saat gladi festival Tomoni, tiba-tiba terjadi gempa dan tak lama kemudian menyusul tsunami.
Saat terjadi gempa dengan kekuatan. 7.7 skala Richter, anaknya hanya pasrah dan sempat terhempas tiga kali hingga akhirnya dia ditemukan di reruntuhan ruko lantai tiga yang sdh rata dengan tanah.
"Kondisinya saat itu separuh badannya terbenam direruntuhan bangunan dan kakinya mengalami patah tulang," tutur ibu yang memiliki anak semata wayang ini.
Dia mengatakan, untuk penanganan patah tulang dan luka-luka yang dialami anaknya, pihak dokter menyatakan siap segera mengoperasi malam ini.
Menuru dia, tindakan operasi harus dilakukan secepatnya agar lukanya tidak menjalar.
Hal serupa juga dilakukan pada pasien lainnya yang merupakan korban gempa dan tsunami Palu, Udin Labania.
Dia mengatakan, ketika terjadi bencana lagi bekerja di Polda dan saat kejadian berada di jalan yang dua sisinya ada tembok dan bergoyang, secepatnya lari menghindar namun kakinya tetap terkena runtuhan beton.
"Kaki saya patah dan kata dokter harus dua kali operasi," kata warga Poso yang berdomisili di Kota Palu ini.
Hingga menjelang petang, sudah ada 10 pasien yang berdatangan satu persatu, sementara pasien korban gempa dan tsunami belasan orang di rawat di RS Sayang Rakyat, Makassar.
Kedelapan pasien korban gempa dan tsunami yang dirawat intensif di RS Pendidikan Unhas, Selasa, delapan orang dewasa dan dua orang anak-anak yang mengalami patah tulang dan luka-luka.
Dari 10 pasien itu diantaranya Devy Triyanti (P), Udin Labania (L), Siang Tandi Gonggo (L), Ade Putri Milania (P), Laela Sofyani (P), Cindy Else (P) dan Muh Rafardhan Abdul Rasyid.
"Kami ikut penerbangan Hercules tadi pagi dan anak saya yang mengalami patah kaki dengan luka borok langsung dibawa ke RS ini," kata Astin, ibu pasien Devy yang ditemui di RS Pendidikan Unhas, Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, Devy saat kejadian nahas Jumat (2/10) lalu, berada di pantai saat gladi festival Tomoni, tiba-tiba terjadi gempa dan tak lama kemudian menyusul tsunami.
Saat terjadi gempa dengan kekuatan. 7.7 skala Richter, anaknya hanya pasrah dan sempat terhempas tiga kali hingga akhirnya dia ditemukan di reruntuhan ruko lantai tiga yang sdh rata dengan tanah.
"Kondisinya saat itu separuh badannya terbenam direruntuhan bangunan dan kakinya mengalami patah tulang," tutur ibu yang memiliki anak semata wayang ini.
Dia mengatakan, untuk penanganan patah tulang dan luka-luka yang dialami anaknya, pihak dokter menyatakan siap segera mengoperasi malam ini.
Menuru dia, tindakan operasi harus dilakukan secepatnya agar lukanya tidak menjalar.
Hal serupa juga dilakukan pada pasien lainnya yang merupakan korban gempa dan tsunami Palu, Udin Labania.
Dia mengatakan, ketika terjadi bencana lagi bekerja di Polda dan saat kejadian berada di jalan yang dua sisinya ada tembok dan bergoyang, secepatnya lari menghindar namun kakinya tetap terkena runtuhan beton.
"Kaki saya patah dan kata dokter harus dua kali operasi," kata warga Poso yang berdomisili di Kota Palu ini.
Hingga menjelang petang, sudah ada 10 pasien yang berdatangan satu persatu, sementara pasien korban gempa dan tsunami belasan orang di rawat di RS Sayang Rakyat, Makassar.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gempa Magnitudo 7,1 guncang Melonguane Sulawesi Utara, tidak berpotensi tsunami
11 January 2026 6:36 WIB
Gempa magnitudo 3,9 di Gayo Lues Aceh akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra
25 December 2025 23:00 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020