Pendangkalan sungai Mamuju butuh perhatian pemerintah
Senin, 19 November 2018 23:30 WIB
Ilsustrasi. Truk mengangkut material pasir dan batu dari sungai Sombe yang mengalami pendangkalan di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (19/2). Pendangkalan sungai oleh meterial yang telah mencapai lebih dari dua meter itu dikhawatirkan akan menyapu sejumlah rumah yang ada di bantaran sungai jika terjadi hujan. ANTARA FOTO/Basri Marzuki.
Mamuju (Antaranews Sulbar) - Pendangkalan yang terjadi di muara sungai Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat membutuhkan perhatian pemerintah untuk ditanggulangi dengan cara dianggarkan biaya pengerukannya.
Pendangkalan sungai Mamuju perlu mendapatkan perhatian, karena sudah semakin parah dan sulit dilalui perahu nelayan," kata salah seorang nelayan yang bermukim dimuara sungai Mamuju, Abdul Rahman di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan, pendangkalan sungai tersebut perlu dikeruk dengan dianggarkan melalui APBD Sulbar karena pendangkalan sungai yang melintas di Kota Mamuju itu letaknya berada di lingkungan nelayan padat penduduk yang rawan mengakibatkan bencana.
"Harus mendapat perhatian agar sungai tersebut tidak meluap mengakibatkan banjir dan menggenangi pemukiman warga sekitar ketika musim hujan tiba, karena mengalami pendangkalan," katanya.
Ia mengatakan, jangan sampai sungai itu tampak makin tidak mampu menampung air, ketika terjadi pengdangkalan karena dapat menjadi penyebab banjir, sehingga sungai tersebut harus dikeruk.
"Pendangkalan sungai Mamuju, perlu segera mendapatkan perhatian seperti perhatian yang diberikan pemerintah kepada sejumlah sungai besar yang mengalir di Kota Mamuju, sebelum mengakibatkan dampak alam," kata Agus salah seorang warga lainnya.
Ia mengatakan, 20 tahun lalu sungai Mamuju cukup dalam dan mampu dilalui perahu atau kapal masyarakat untuk melakukan perjalanan ke hulu sungai, perahu kini sudah berada di muara saja karena di bagian hulu sudah terjadi pendangkalan.
Anggota DPRD Sulbar Sukri yang mendengar keluhan masyarakat ?berjanji akan mengalokasikan anggaran untuk pengerukannya.
Dprd Sulbar dan pemerintah akan bersedia mengalokasikan anggaran untuk pengerukan sungai Kota Mamuju.
Pendangkalan sungai Mamuju perlu mendapatkan perhatian, karena sudah semakin parah dan sulit dilalui perahu nelayan," kata salah seorang nelayan yang bermukim dimuara sungai Mamuju, Abdul Rahman di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan, pendangkalan sungai tersebut perlu dikeruk dengan dianggarkan melalui APBD Sulbar karena pendangkalan sungai yang melintas di Kota Mamuju itu letaknya berada di lingkungan nelayan padat penduduk yang rawan mengakibatkan bencana.
"Harus mendapat perhatian agar sungai tersebut tidak meluap mengakibatkan banjir dan menggenangi pemukiman warga sekitar ketika musim hujan tiba, karena mengalami pendangkalan," katanya.
Ia mengatakan, jangan sampai sungai itu tampak makin tidak mampu menampung air, ketika terjadi pengdangkalan karena dapat menjadi penyebab banjir, sehingga sungai tersebut harus dikeruk.
"Pendangkalan sungai Mamuju, perlu segera mendapatkan perhatian seperti perhatian yang diberikan pemerintah kepada sejumlah sungai besar yang mengalir di Kota Mamuju, sebelum mengakibatkan dampak alam," kata Agus salah seorang warga lainnya.
Ia mengatakan, 20 tahun lalu sungai Mamuju cukup dalam dan mampu dilalui perahu atau kapal masyarakat untuk melakukan perjalanan ke hulu sungai, perahu kini sudah berada di muara saja karena di bagian hulu sudah terjadi pendangkalan.
Anggota DPRD Sulbar Sukri yang mendengar keluhan masyarakat ?berjanji akan mengalokasikan anggaran untuk pengerukannya.
Dprd Sulbar dan pemerintah akan bersedia mengalokasikan anggaran untuk pengerukan sungai Kota Mamuju.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pesawat Smart Air mendarat darurat di pantai Nabire, semua penumpang selamat
27 January 2026 15:12 WIB