Pemprov Sulsel minta pendidikan vokasi khusus kakao
Rabu, 16 Januari 2019 17:09 WIB
Wakil Gubenur Sulsel menyampaikan sambutan pada acara peluncuran program pendidikan vokasi industri untuk wilayah Sulawesi di PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), Rabu (16/12019). (Foto Antara/Abd Kadir)
Makassar (Antaranews) - Wakil Gubenur Sulawesi Selatan Andi Sudirman meminta dan berharap kementerian memfokuskan program pendidikan vokasi pada produk andalan di Sulsel yakni kakao.
Wagub Sulsel Andi Sudirman di Makassar, Rabu, mengatakan bahwa kakao di daerah itu merupakan salah satu produk unggulan yang tentu membutuhkan penanganan dari sumber daya manusia yang berkompeten.
"Kami mengusulkan di Sulsel ada program pendidikan vokasi khusus kakao yang fokus dalam hal mulai dari sertifikasi penanaman, sertifikasi bibit dan hilirisasi kakao," katanya.
Ia menjelaskan, seperti yang telah dipahami bersama bahwa program pendidikan vokasi harus fokus dan tuntas.
Namun menurut dia, terjadi kelemahan dalam pelaksanaan karena dianggap terlalu banyak jurusan yang membuat pelajar justru tidak bisa fokus dalam satu hal saja.
Untuk itu, pihaknya berharap bisa dibangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau program vokasi yang mendukung potensi daerah.
"Jadi kemarin kami ajukan (program vokasi khusus kakao), produk unggulan terbesar kita di sini kakao sehingga kami harapkan SMK itu banyak yang terserap," ujarnya.
Adik kandung Menteri Pertanian Amran Sulaiman itu juga mengakui meski dikenal sebagai produsen kalau namun pengelolaan dari hulu hingga hilir belum dimaksimalkan akibat keterbatasan SDM.
"Khusus di Sulsel kami minta produk andalan saja yang dikembangkan. Kita mantapkan di sana (produk)," lanjut dia.
Wagub Sulsel Andi Sudirman di Makassar, Rabu, mengatakan bahwa kakao di daerah itu merupakan salah satu produk unggulan yang tentu membutuhkan penanganan dari sumber daya manusia yang berkompeten.
"Kami mengusulkan di Sulsel ada program pendidikan vokasi khusus kakao yang fokus dalam hal mulai dari sertifikasi penanaman, sertifikasi bibit dan hilirisasi kakao," katanya.
Ia menjelaskan, seperti yang telah dipahami bersama bahwa program pendidikan vokasi harus fokus dan tuntas.
Namun menurut dia, terjadi kelemahan dalam pelaksanaan karena dianggap terlalu banyak jurusan yang membuat pelajar justru tidak bisa fokus dalam satu hal saja.
Untuk itu, pihaknya berharap bisa dibangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau program vokasi yang mendukung potensi daerah.
"Jadi kemarin kami ajukan (program vokasi khusus kakao), produk unggulan terbesar kita di sini kakao sehingga kami harapkan SMK itu banyak yang terserap," ujarnya.
Adik kandung Menteri Pertanian Amran Sulaiman itu juga mengakui meski dikenal sebagai produsen kalau namun pengelolaan dari hulu hingga hilir belum dimaksimalkan akibat keterbatasan SDM.
"Khusus di Sulsel kami minta produk andalan saja yang dikembangkan. Kita mantapkan di sana (produk)," lanjut dia.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Dirjen Pendis : Mutu pendidikan Indonesia diharapkan keluar dari peringkat 72
17 December 2019 5:06 WIB, 2019