BMKG: tinggi gelombang di Selat Makassar meningkat
Rabu, 23 Januari 2019 9:35 WIB
Makassar (Antaranews Sulsel) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV menyatakan tinggi gelombang laut di Selat Makassar meningkat dari hari sebelumnya yakni sudah 4.0 hingga 6.0 meter.
"Tinggi gelombang ada peningkatan dari kemarin, jika kemarin itu masih `Rough Sea` sekarang sudah `Very Rough Sea," ujar Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Nur Asia Utami di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan tinggi gelombang laut ini di atas angka normal setiap harinya yakni 1,25 hingga 2,5 meter atau moderat sea. Sedangkan tinggi gelombang pada Selasa (22/1) berkisar mulai 2,5 hingga 4.0 meter masuk pada kategori "Rough Sea". Sehari berlalu, ketinggian ombak meningkat menjadi 4.0 hingga 6.0 meter atau berstatus "Very Rough Sea".
Ia menyatakan ketinggian gelombang sangat tidak mendukung bagi para nelayan khususnya nelayan tradisional karena ketinggiannya di atas ambang batas melaut. Ketinggian gelombang laut ini terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Sulawesi Selatan, Perairan Kepulauan Sabalana, Perairan Kepulauan Selayar, dan Laut Flores.
Untuk perairan lainnya di Sulawesi Selatan yakni di Teluk Bone, tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter atau moderate sea. Di Teluk Bone bagian selatan tinggi gelombang mencapai 2,54 hingga 4,0 meter atau rough sea.
Nur Asia menyatakan tingginya gelombang lebih disebabkan karena angin yang bertiup kencang di wilayah Selat Makassar bagian selatan. Kecepatan angin maksimum tercatat 36 knot dari arah barat pukul 07.40 Wita.
"Untuk kecepatan angin yang tercatat itu 36 knot dan ini adalah kecepatan maksimum. Kecepatan angin ini juga meningkat dari hari sebelumnya. Tinggi gelombang ini disebabkan karena kecepatan angin ini," katanya.
Ia mengingatkan kepada para nelayan untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk nelayan kategori perahu kecil sangat tidak dianjurkan berlayar karena kecepatan angin yang kencang. Pelayaran dengan kapal tongkang hanya mampu bertahan pada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter.
Kapal Ferry mampu mengatasi kecepatan angin yang lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter. "Di mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisisr sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ucapnya.
"Tinggi gelombang ada peningkatan dari kemarin, jika kemarin itu masih `Rough Sea` sekarang sudah `Very Rough Sea," ujar Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Nur Asia Utami di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan tinggi gelombang laut ini di atas angka normal setiap harinya yakni 1,25 hingga 2,5 meter atau moderat sea. Sedangkan tinggi gelombang pada Selasa (22/1) berkisar mulai 2,5 hingga 4.0 meter masuk pada kategori "Rough Sea". Sehari berlalu, ketinggian ombak meningkat menjadi 4.0 hingga 6.0 meter atau berstatus "Very Rough Sea".
Ia menyatakan ketinggian gelombang sangat tidak mendukung bagi para nelayan khususnya nelayan tradisional karena ketinggiannya di atas ambang batas melaut. Ketinggian gelombang laut ini terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Sulawesi Selatan, Perairan Kepulauan Sabalana, Perairan Kepulauan Selayar, dan Laut Flores.
Untuk perairan lainnya di Sulawesi Selatan yakni di Teluk Bone, tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter atau moderate sea. Di Teluk Bone bagian selatan tinggi gelombang mencapai 2,54 hingga 4,0 meter atau rough sea.
Nur Asia menyatakan tingginya gelombang lebih disebabkan karena angin yang bertiup kencang di wilayah Selat Makassar bagian selatan. Kecepatan angin maksimum tercatat 36 knot dari arah barat pukul 07.40 Wita.
"Untuk kecepatan angin yang tercatat itu 36 knot dan ini adalah kecepatan maksimum. Kecepatan angin ini juga meningkat dari hari sebelumnya. Tinggi gelombang ini disebabkan karena kecepatan angin ini," katanya.
Ia mengingatkan kepada para nelayan untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk nelayan kategori perahu kecil sangat tidak dianjurkan berlayar karena kecepatan angin yang kencang. Pelayaran dengan kapal tongkang hanya mampu bertahan pada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter.
Kapal Ferry mampu mengatasi kecepatan angin yang lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter. "Di mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisisr sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siklon Tropis Nokaen di perairan Indonesia picu hujan dan gelombang laut tinggi
16 January 2026 5:38 WIB
Siklon jenna, picu potensi gelombang tinggi hingga enam meter di perairan Indonesia
07 January 2026 12:18 WIB
BMKG berikan peringatan dini waspada gelombang sangat tinggi 6 meter pada 11-14 Agustus
11 August 2025 16:13 WIB
Mayoritas kota besar Indonesia diperkirakan hujan pada Minggu, Makassar berawan
27 July 2025 9:27 WIB
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
Pj Wali Kota Makassar luncurkan sekolah sampah di Kecamatan Manggala
12 January 2020 17:04 WIB, 2020
Walhi minta Pemprov Sulsel kaji ulang kebijakan penambangan pasir laut
08 January 2020 7:03 WIB, 2020
Pemprov Sulsel siapkan bronjong antisipasi abrasi di Galesong Takalar
07 January 2020 18:56 WIB, 2020
Walhi Sulsel : Abrasi di Galesong Takalar masih disebabkan penambangan pasir
07 January 2020 18:42 WIB, 2020