Pemprov Sulsel buka posko siaga bencana banjir
Rabu, 23 Januari 2019 15:27 WIB
Sejumlah jurnalis beraktivitas di posko Crisis Central Media kantor Gubernur Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/1). FOTO/Antaranews Sulsel/Suriani Mappong/19)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuka posko kesehatan 24 jam khususnya wilayah kejadian atau terdampak bencana banjir dan krisis kesehatan di wilayah tersebut.
Dinas kesehatan melakukan itu sebagaI upaya kesiap-siagaan bidang kesehatan mengantisipasi dampak kesehatan dari cuaca ektrem di Sulsel, kata Plt Kadis Kesehatan Sulawesi Selatan Bachtiar Baso, Rabu.
"Kami fokus meningkatkan layanan kesehatan khususnya kepada masyarakat terdampak bencana dan krisis kesehatan," kata Plt Kadis Kesehatan Sulawesi Selatan Bachtiar Baso, Rabu.
Peningkatan kesiapsiagaan bidang kesehatan tersebut, kata dia, agar dinas kesehatan kabupaten/kota mempersiapkan Sumber Daya Manusia, sarana prasarana kesehatan dan logistik kesehatan.
Selain itu, meningkatkan koordinasi lintas sektor dan integrasi lintas program bidang kesehatan dalam pelayanan korban bencana dan krisis kesehatan, termasuk mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan penyakit potensi (kejadian luar biasa (KLB).
"Selain itu, juga melaksanakan pencatatan dan pelaporan berjenjang kejadian dan perkembangan bencana/krisis kesehatan. Jumlah korban, jumlah pengungsi, kesiapan fasilitas dan SDM serta upaya upaya yang dilaksanakan," ujarnya.
Dinas kesehatan melakukan itu sebagaI upaya kesiap-siagaan bidang kesehatan mengantisipasi dampak kesehatan dari cuaca ektrem di Sulsel, kata Plt Kadis Kesehatan Sulawesi Selatan Bachtiar Baso, Rabu.
"Kami fokus meningkatkan layanan kesehatan khususnya kepada masyarakat terdampak bencana dan krisis kesehatan," kata Plt Kadis Kesehatan Sulawesi Selatan Bachtiar Baso, Rabu.
Peningkatan kesiapsiagaan bidang kesehatan tersebut, kata dia, agar dinas kesehatan kabupaten/kota mempersiapkan Sumber Daya Manusia, sarana prasarana kesehatan dan logistik kesehatan.
Selain itu, meningkatkan koordinasi lintas sektor dan integrasi lintas program bidang kesehatan dalam pelayanan korban bencana dan krisis kesehatan, termasuk mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan penyakit potensi (kejadian luar biasa (KLB).
"Selain itu, juga melaksanakan pencatatan dan pelaporan berjenjang kejadian dan perkembangan bencana/krisis kesehatan. Jumlah korban, jumlah pengungsi, kesiapan fasilitas dan SDM serta upaya upaya yang dilaksanakan," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Angela Tanoesoedibjo dijadwalkan lantik mantan Sekda jadi Ketua Perindo Sulsel
04 February 2026 19:12 WIB
DPRD Sulsel segera jalankan hak angket di CPI, Jangan sampai aset Pemprov hilang
04 February 2026 13:30 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Optimalkan kualitas layanan, Kemenkum Sulbar siap implementasikan Aplikasi SKM
04 February 2026 17:12 WIB
Diskominfo Makassar bahas penguatan digitalisasi layanan publik lewat FPD
04 February 2026 10:17 WIB